Setiap orang tua, punya preferensi gaya pengasuhan masing-masing. Kalau Mums seorang milenial, artinya Mums dibesarkan di era tahun 90-an. Pengasuhan anak pada era 1990-an memiliki karakteristik yang cukup berbeda dengan kondisi saat ini. Orang tua cenderung memberikan lebih banyak kebebasan kepada anak untuk bermain, bersosialisasi, dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Pengawasan tetap ada, tetapi tidak seintensif era digital sekarang.
Mums mungkin sudah menjadi ibu sekarang, atau sudah melahirkan generasi Alpha, anak yang terlahir mulai tahun tahun 2010 hingga 2024. Mums mungkin ingin menerapkan gaya pengasuhan seperti orang tua Mums dulu, di mana saat itu adalah era pra-smartphone. Apalagi saat ini fenomena screen time berlebihan menjadi isu yang cukup menonjol.
Tapi, apakah tepat menerapkan gaya pengasuhan era 90-an sepenuhnya pada gen Alpha?
Kelebihan dan Kekurangan Gaya Pengasuhan Tahun 90-an
Sebagai pengingat, berikut ini beberapa ciri khas gaya pengasuhan tahun 90-an:
1. Anak lebih sering bermain di luar rumah
Sepulang sekolah, anak-anak biasanya menghabiskan waktu bermain bersama teman di lingkungan sekitar hingga sore hari tanpa selalu ditemani orang tua.
2. Kemandirian lebih ditekankan
Anak diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap tugas dan kebutuhannya sendiri, seperti menyiapkan perlengkapan sekolah atau menyelesaikan pekerjaan rumah.
3. Teknologi belum mendominasi
Karena belum ada smartphone dan media sosial, interaksi sosial banyak terjadi secara langsung dengan keluarga dan teman sebaya.
4. Aturan keluarga cenderung tegas
Banyak orang tua menerapkan aturan yang jelas mengenai sopan santun, jadwal belajar, dan kewajiban di rumah. Diskusi dengan anak ada, tetapi tidak sebanyak yang umum dilakukan saat ini.
5.Mengandalkan pengalaman dan nasihat keluarga
Informasi parenting belum semudah sekarang, sehingga orang tua banyak belajar dari pengalaman pribadi, orang tua mereka, atau lingkungan sekitar.
Meski sering dianggap lebih sederhana, gaya pengasuhan tahun 90-an memiliki kelebihan seperti membangun kemandirian, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi. Namun, dibandingkan pengasuhan modern saat ini, gaya pengasuhan era 90-an memiliki banyak kekurangan antara lain kurang mengedepankan kesehatan mental anak, komunikasi tidak terbuka, dan pendekatan tidak disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Kalau Mums ingin menerapkan gaya pengasuhan seperti dulu Mums atau Dads dibesarkan, yang terpenting, Mums dan dads dapat mengambil sisi positif dari setiap era dan menyesuaikannya dengan kondisi keluarga saat ini.
5 Hal dalam Pengasuhan Anak Era 90-an yang Tidak Perlu Diterapkan
Meskipun gaya pengasuhan jaman dulu sudah menghasilkan generasi terbaik di dunia, tidak ada era yang sempurna. Dan seperti dekade lainnya, ada hal-hal yang ingin kita ingat dan hal-hal yang lebih baik kita lupakan.
Beberapa pelajaran yang kita pelajari di tahun 90-an sebagai anak-anak bukanlah hal yang perlu kita wariskan. Sebagai milenial dan Gen X yang membesarkan Gen Alpha, ada baiknya kita menyadari hal-hal yang harus ditinggalkan di masa lalu.
Berikut adalah enam pelajaran tahun 90-an yang mungkin sebaiknya tidak kita wariskan.
1. Komunikasi satu arah
Dulu, orang tua cenderung memiliki pendapat “anak ikut saja tanpa banyak tanya”. Pendapat anak sering tidak diberi ruang. Oang tua cenderung meminta anak mengendalikan perasaan, dan sedikit ruang untuk diskusi dan mengungkapkan perasaan. Jika anak terlalu larut dalam perasaan atau tidak bisa menyembunyikannya, mungkin akan disebut dramatis atau haus perhatian, dan jika seorang anak terlalu banyak menangis, mungkin akan disebut "cengeng."
Saat ini, membicarakan kesehatan mental telah menjadi bagian dari kehidupan. Dengan pengetahuan yang Mums dan Dads miliki sekarang, doronglah anak-anak untuk mau membicarakan perasaan mereka daripada memendam semuanya.
Sekarang, anak perlu dilatih untuk berpendapat dan berdiskusi agar kemampuan komunikasi dan kepercayaan dirinya berkembang. Anak meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan tetapi kekuatan dan bahwa mendampingi anak di tengah kesulitan bukanlah memanjakan mereka.
2. Kurang ruang eskplorasi
Era 90-an mungkin sulit bagi seorang anak yang menonjol atau memiliki keunikan dalam hal apa pun. Kalau seorang anak punya gaya unik, kerap dianggap "aneh". Selain itu, dulu pilihan anak sering ditentukan orang tua (misalnya jurusan sekolah atau hobi tertentu). Sekarang, penting memberi ruang anak mencoba banyak hal agar bakatnya berkembang.
3. Anak harus kuat tanpa mempertimbangkan kondisi psikologis
Tentu saja, orang tua ingin anak-anak belajar melakukan sesuatu sendiri. Ini adalah langkah penting untuk menjadi mandiri dan mengembangkan keterampilan hidup. Ini adalah konsep yang berguna ketika mengajarkan ketekunan dan ketahanan.
Tetapi seringkali, ungkapan "selesaikan sendiri dan kamu harus bisa" di tahun 90-an tidak ada hubungannya dengan menjadi mandiri. Itu adalah cara lain untuk mengatakan orang tua tidak punya waktu untuk menangani.
Jika ada anak gagal secara akademis atau sosial, itu adalah "akibat tidak mau belajar," tetapi tanpa menawarkan dukungan. Pendekatan ini tampak membangun karakter, dan mungkin, bagi beberapa anak, itu mengarah pada kesuksesan.
Sekarang orang tua harus lebih banyak teribat dan menawarkan bimbingan yang menumbuhkan kemandirian tanpa membuat anak-anak kita merasa ditinggalkan dan benar-benar sendirian dalam menghadapi kesulitan.
4. Bebas bermain tanpa pengawasan
Lingkunan di mana Mums dulu dibesarkan saat itu masih aman, tidak banyak ancaman pada anak-anak. Tapi bisakah Mums membesakan anak pulang di atas jam 7 di masa kini hanya untuk bermain?
Saat itu anak-anak menemukan teman mereka dan menciptakan kesenangan mereka sendiri, dengan satu-satunya syarat bahwa mereka harus pulang sebelum makan malam. Ini adalah salah satu kenangan paling romantis dari tahun 90-an, sering disebut-sebut di media sosial sebagai masa-masa indah, ketika anak-anak menggunakan imajinasi mereka, menyelesaikan konflik sendiri, dan menciptakan kesenangan mereka sendiri tanpa pengawasan.
Meskipun Generasi Alpha tentu membutuhkan lebih banyak hal ini saat ini, itu tidak selalu indah dan menyenangkan.Saat ini tidak setiap anak memiliki lingkungan yang aman untuk berkeliaran atau sirka petemanan yang baik. Saat ini pengawasan harus dilakukan ekstra tanpa harus membatasi pertemanan dan kreativitas anak.
5. Hukuman fisik
Mungkin ini yang sekarang disebut didikan alat VOC atau militer. Pola seperti memukul, mencubit, atau membentak sering dianggap wajar di era tersebut. Saat ini, pendekatan yang lebih disarankan adalah disiplin positif: memberi konsekuensi yang jelas tanpa kekerasan.
Gaya parenting tahun 90-an memang banyak membentuk generasi yang mandiri dan tahan banting, tapi ada beberapa pola yang sekarang dianggap kurang ideal dan sebaiknya ditinggalkan atau diperbaiki dalam pengasuhan modern.


