Di tengah rutinitas yang serba cepat, berangkat pagi, pulang malam, belum lagi aktivitas di luar pekerjaan seperti hobi, komunitas, dan lainnya, membuat banyak orang kewalahan mengatur waktu sehingga tidak ada kesempatan untuk quality time keluarga.
Sehingga banyak orang tua merasa bersalah karena tidak bisa memiliki quality time keluarga. Padahal, kedekatan dengan anak tidak hanya ditentukan oleh lamanya kebersamaan, tetapi juga oleh kualitas interaksi yang terjalin dalam bentuk quality time keluarga.
Mengapa Quality Time Penting?
Quality time keluarga sangat penting dan bisa dilakukan dengan cara sederhana. Misalnya, saat orang tua hadir sepenuhnya, mendengarkan cerita anak, bermain bersama, atau berbincang tanpa gangguan gadget, anak akan merasa dicintai dan dihargai. Inilah yang disebut sebagai quality time.
Sementara itu, banyak orang tua mengira harus selalu bersama anak agar dianggap sebagai orang tua yang baik. Padahal faktanya anak lebih membutuhkan perhatian yang tulus dan keterlibatan emosional ketika bersama orang tuanya.
Menurut UNICEF, ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Anak yang merasa dekat dengan orang tuanya cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik, lebih percaya diri, serta mampu mengelola emosi dengan lebih sehat.
Terkait hal ini, sebuah studi kualitatif yang dipublikasikan dalam jurnal The Family Journal tahun 2025 mengeksplorasi pandangan remaja tentang quality time bersama orang tua. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja tidak menilai quality time dari durasi kebersamaan, melainkan dari kualitas interaksi yang terjadi. Mereka menganggap percakapan yang bermakna, bermain bersama, melakukan hobi yang sama, dan dukungan emosional sebagai bentuk quality time yang paling berharga.
Artinya anak lebih menghargai perhatian penuh dan keterlibatan emosional dibandingkan dengan banyaknya waktu yang dihabiskan bersama secara pasif. Temuan ini mendukung pentingnya tradisi keluarga sederhana seperti makan malam bersama atau kegiatan akhir pekan yang dilakukan secara konsisten.
Tantangan Meluangkan Waktu Bersama
Harus diakui bahwa menciptakan quality time keluarga di tengah kehidupan modern saat ini sangatlah sulit. Sejumlah tantangan yang dihadapi seperti :
Jadwal kerja orang tua yang padat, kegiatan sekolah anak-anak yang kadang tidak sinkron satu sama lain, sehingga energi dan kesempatan untuk berinteraksi secara intens di keluarga menjadi terbatas.
Distraksi teknologi seperti, seperti ponsel, media sosial, televisi, atau game.
Aktivitas anak yang semakin banyak, mulai dari sekolah hingga les dan kegiatan lainnya.
Perbedaan jadwal antar anggota keluarga yang membuat waktu berkumpul sulit ditemukan.
Karena itu, quality time keluarga perlu direncanakan dengan sengaja, bukan sekadar menunggu waktu luang datang.
Ide Quality Time Sederhana di Rumah
Mums, karena quality time keluarga tidak harus mahal, maka berikut ini beberapa ide quality time sederhana di rumah yang layak dicoba :
Memasak bersama sambil melibatkan anak dalam tugas-tugas ringan.
Membaca buku sebelum tidur dan mendiskusikan ceritanya.
Mengadakan family movie night dengan camilan sederhana.
Bermain kartu, teka-teki, atau board game bersama.
Piknik kecil di ruang keluarga atau di halaman rumah.
Makan malam tanpa gadget untuk mempererat komunikasi.
Kerja bakti membereskan rumah atau menata ulang furnitur di akhir pekan.
Selain aktivitas bersama dalam membangun quality time keluarga, ada alternatif lain yang bisa dilakukan, yaitu membuat tradisi keluarga yang berkesan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara bersama dan konsisten sering kali menjadi kenangan paling berharga bagi anak-anak.
Beberapa tradisi yang bisa diterapkan untuk memperkuat hubungan orang tua dengan anak, misalnya:
Sarapan spesial setiap Minggu pagi.
Makan malam spesial setiap kali ada yang ulang tahun.
Menuliskan hal-hal yang disyukuri sebelum tidur.
Jalan pagi bersama saat akhir pekan.
Menonton film keluarga setiap bulan.
Membuat album foto keluarga setiap tahun.
Mums, dalam hal ini, yang terpenting bukan kemewahannya, melainkan konsistensi dan makna yang dibangun bersama. Tradisi yang dilakukan berulang dapat memberikan rasa aman dan kebersamaan bagi anak.
Peran Ayah di Tengah Kesibukan
Salah satu kendala dalam menciptakan quality time keluarga adalah kesibukan ayah dalam bekerja. Apalagi bila posisi di kantor cukup strategis, belum lagi ayah yang memiliki peran ganda selain bekerja, juga punya kegiatan sosial, hobi, komunitas, maupun peran sosial lainnya.
Deretan kesibukan ayah sering membuatnya kehilangan momen bersama anak-ana. Namun demikian, hubungan yang hangat tetap bisa dibangun melalui kebiasaan sederhana.
Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ayah yang sangat sibuk antara lain:
Membuat ritual singkat, seperti membacakan buku atau mengobrol sebelum tidur.
Memanfaatkan waktu perjalanan untuk berbincang tanpa distraksi.
Menyimpan ponsel saat bersama anak agar dapat hadir sepenuhnya.
Terlibat dalam rutinitas harian anak, seperti membantu belajar, bermain, atau makan bersama.
Anak akan mengingat apakah orang tuanya benar-benar hadir saat memiliki kesempatan untuk bersama. Tak peduli sesibuk apa pun sang ayah dalam bekerja dan bersosialisasi.
Libatkan Anak dalam Merencanakan Quality Time
Agar lebih menyenangkan, ajak anak ikut menentukan kegiatan keluarga. Keterlibatan anak dalam acara keluara akan membuat anak merasa dihargai, latihan menerima tanggung jawab, dan semakin dekat dengan keluarganya.
Caranya bisa dengan:
Mengadakan rapat keluarga sederhana untuk menentukan aktivitas mingguan.
Memberikan beberapa pilihan kegiatan yang bisa dipilih anak.
Membuat kalender keluarga berisi jadwal kebersamaan.
Bergiliran menjadi "ketua acara" yang memilih aktivitas keluarga.
Mums, quality time keluarga bukan tentang seberapa banyak waktu yang dimiliki, melainkan seberapa bermakna momen yang diciptakan bersama keluarga. Obrolan singkat sebelum tidur, makan malam tanpa gadget, atau tradisi sederhana setiap akhir pekan dapat meninggalkan kesan mendalam bagi anak.
Jadi, bukan aktivitas yang mahal dan rumit yang akan diingat anak. Melainkan momen berkesan dari kehadiran, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan orang tua dalam momen-momen sederhana tapi penuh makna tersebut.
Referensi :
The Family Journal. 2025. Exploration of Adolescents' Perspectives on Quality Time with Their Parents.


