Cara Mengetahui Jenis Kelamin Janin di Kehamilan Trimester 1

Dipublish: Senin, 26 Januari 2026 14:35 WIB

Diperbarui: Kamis, 5 Februari 2026 15:07 WIB

Mengetahui jenis kelamin bayi
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Tren gender reveal oleh kaum selebritis sering jadi momen spesial selama kehamilan. Ini menandakan bahwa mengetahui dan mengumumkannya ke public perihal jenis kelamin bayi yang sedang dikandung adalah momen penting. Inilah hal yang selalu dinantikan oleh oleh calon orang tua. 


Banyak pasangan mencoba menebak apakah bayinya laki-laki atau perempuan jauh sebelum pemeriksaan USG bisa memastikan. Sayangnya, sebagian besar tanda dan ciri yang populer di masyarakat hanyalah mitos, bukan penentu yang dapat diandalkan secara medis.


Mitos dan fakta ciri-ciri anak perempuan dan laki-laki di trimester pertama 


Secara genetik, jenis kelamin sudah ditentukan pada saat pembuahan ketika kromosom dari sperma bertemu dengan sel telur. Rumusnya, XX → Perempuan dan XY → Laki-laki.


Namun, menurut penelitian yang dimuat dalam PubMed (2025) disebutkan bahwa secara visual atau fisik, jenis kelamin belum tampak jelas pada trimester pertama dan umumnya baru mulai terlihat jelas lewat pemeriksaan USG di usia kehamilan sekitar usia 18-20 minggu. Di awal kehamilan, terutama trimester pertama, bentuk organ genital belum berkembang sempurna sehingga tidak bisa diandalkan untuk mengetahui jenis kelamin.


Mengetahui jenis kelamin saat hamil, memang tidak lepas dari faktor mitos yang sering beredar di masyarakat. Berikut ini mitos ciri-ciri anak perempuan di trimester pertama kehamilan beserta fakta ilmiahnya: 


1. Morning sickness lebih berat 

Mual dan muntah atau morning sickness pada kehamilan terasa lebih berat. Banyak yang percaya bahwa ibu yang hamil anak perempuan akan mengalami mual dan muntah yang lebih intens di trimester pertama.


Dan memang pernah dilakukan penelitian yang dimuat di Jurnal Maternal-Fetal Medicine (2020) yang menemukan bahwa wanita yang mengandung janin perempuan, melaporkan frekuensi mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan wanita yang hamil janin laki-laki. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi baik penyebab langsung maupun penyebab mendasar dari temuan ini, karena mual dan muntah merupakan keluhan umum ibu hamil.


2. Perubahan mood atau emosi yang lebih fluktuatif

Beberapa ibu melaporkan perubahan mood lebih tajam saat hamil anak perempuan.

Faktanya, perubahan emosi selama kehamilan adalah efek dari perubahan hormon (estrogen, progesteron, hCG) dan stres fisiologis tubuh. Belum ada bukti konsisten yang menunjukkan bahwa mood ibu berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin janin. Sebab fluktuasi emosional umum terjadi di awal kehamilan dan tidak bisa menentukan gender janin.


3. Perubahan kulit, glowing atau berjerawat

Ada kepercayaan bahwa kulit ibu yang tampak lebih cerah menandakan hamil anak perempuan.

Faktanya, perubahan kulit dipengaruhi hormon, genetika, pola makan, dan perawatan kulit, bukan jenis kelamin bayi.


4. Bentuk perut di trimester awal

Ada mitos yang beredar bahwa perut lebih “menonjol” ke depan jika hamil perempuan. Fakta medisnya menunjukkan bahwa di trimester pertama, rahim masih kecil dan posisi perut lebih dipengaruhi oleh postur tubuh ibu, tonus otot perut, dan penempatan janin, bukan jenis kelamin.


Beberapa studi menunjukkan bahwa korelasi statistik antara intensitas mual di awal kehamilan dengan kadar hormon tertentu yang sedikit lebih tinggi pada kehamilan anak perempuan. Namun ini adalah tren umum, bukan prediktor yang bisa dipakai untuk memastikan jenis kelamin pada setiap ibu. 

Cara akurat mengetahui jenis kelamin janin  

Mums, agak tidak terjebak oleh mitos dalam hal mengetahui jenis kelamin janin di trimester 1 kehamilan, ada cara atau metode yang benar secara medis dalam memprediksi atau mengetahui jenis kelamin janin yang ada dalam kandungan. 


Berikut ini cara akurat mengetahui jenis kelamin janin: 


1. Tes Genetik Non-Invasif 

Menurut  ACOG (2020) Tes Genetik Non-Invasif atau Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) ini bisa dilakukan sejak kehamilan memasuki usia 9-10 minggu. Cara kerjanya dengan mendeteksi DNA janin dari darah ibu. Diketahui bahwa akurasi cara ini sangat tinggi bahkan menyentuh angka 99%. Bisa dibilang inilah cara ilmiah paling awal dan akurat untuk mengetahui jenis kelamin janin.


2. USG anatomi di trimester kedua

Prosedur ini bisa dilakukan di usia kehamilan memasuki trimester kedua, bukan di trimester satu. Biasanya USG ini dilakukan pada usia 18–22 minggu. Dikenal sebagai metode paling umum dan akurat di praktik klinis untuk menentukan jenis kelamin janin yang ada dalam kandungan. 


Kalau Mums menginginkan kedua tes ini memang sekarang tidak murah. Harga NIPT di kisaran mulai 1,5 juta hingga 20 juta rupiah. Sedangkan tes USG anatomi sama seperti USg pada umumnya, mulai 300.000 sampai 1.000.000 rupiah.


Mums, banyak ciri-ciri yang dipercaya menandakan hamil anak perempuan, seperti mual hebat, perubahan mood, bentuk perut tertentu. Tetapi, kebanyakan hal tersebut adalah mitos atau hanya kecenderungan statistik tanpa kekuatan diagnostik.


Metode medis yang akurat di trimester pertama hanya berupa tes genetik seperti NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing). Tes ini bisa memberi informasi jenis kelamin janin dengan sangat tinggi akurasinya sejak awal kehamilan.


Informasi seputar ciri-ciri populer jenis kelamin janin boleh dijadikan sebagai topik perbincangan atau hiburan semata, tetapi jangan dijadikan satu-satunya rujukan untuk memastikan jenis kelamin bayi.


Referensi : 

1. PubMed. 2025.Relationship between fetal gender and nausea/vomiting severity in early pregnancy

2. ACOG. 2020. Ultrasound in pregnancy.

3. PubMed. 2025. Ultrasound accuracy for fetal sex determination in early pregnancy  

4. Springer.2020. Does greater morning sickness predict carrying a girl? Analysis of nausea and vomiting during pregnancy from retrospective report

Kasih Saran, Yuk!