Sakit perut merupakan keluhan umum yang dialami anak-anak. Biasanya cenderung ringan, namun bagi si Kecil rasa sakit tersebut seolah bikin dunianya runtuh. Itu sebabnya ia sangat reaktif ketika sakit perut melanda.
Data penelitian di jurnal NCBI (2025) menunjukkan, nyeri perut umum terjadi pada anak-anak, diperkirakan prevalensi di seluruh dunia sebesar 11,7%, dan lebih sering ditemukan pada anak perempuan (14,5%) daripada anak laki-laki (9,4%)
Penyebab sakit perut pada anak sangat bervariasi dan sullit bagi Mums untuk memutuskan pengobatannya. Si Kecil biasanya juga kesulitan mendeskripsikan jenis nyerinya, atau area perut yang sakit. Namun, Mums sebaiknya bertindak cepat atasi sakit perut si Kecil.
Mums bisa memberikan pertolongan pertama anak sakit perut ala rumahan ini cukup ampuh untuk membantu meredakan sakitnya. Minimal mengurangi rasa sakit yang dirasakan si Kecil. Tetapi tetap lakukan evaluasi dan jika perlu konsultasi ke dokter jika nyeri perut tidak berkurang.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang nyeri perut pada anak, kemungkinan penyebabnya, hingga pertolongan pertama yang bisa diberikan.
Baca juga: Tanda Anak Cacingan dan Bahayanya
Penyebab Sakit Perut pada Anak
Nyeri perut akut adalah keluhan umum pada masa kanak-kanak dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Biasanya, posisi atau titik nyeri pada perut dapat menandakan penyebab sakit perut pada anak. Namun secara umum, inilah beberapa penyebab sakit perut pada anak:
1. Gastroenteritis
Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan gejala seperti diare, muntah, nyeri perut, dan kadang disertai demam. Di masyarakat Indonesia sering disebut muntaber (muntah dan berak). Kalau si Kecil nyeri perut disertai gejala-gejala di atas, bisa jadi saluran pencernaannya terinfeksi bakteri atau virus.
Penyebab infeksi di saluran pencernaan tersering adalah virus seperti rotavirus dan norovirus. Jika penyebabnya bakteri bisa E.coli atau Salmonella. Infeksi parasit tidak terlalu sering terjadi. Bakteri penyebab masalah pencernaan umumnya didapatkan dari makanan/minuman yang terkontaminasi atau kebersihan tangan yang kurang baik.
2. Radang usus buntu
Sakit perut akibat radang usus buntu (apendisitis) pada anak adalah kondisi ketika usus buntu mengalami peradangan dan infeksi, sehingga menimbulkan nyeri yang khas dan bisa memburuk dengan cepat.
Gejala khas radang usus buntu di antaranya berawal nyeri di sekitar pusar namun dalam beberapa jam berpindah ke perut kanan bawah. Biasanya nyeri makin kuat saat ditekan, bergerak, batuk, atau melompat. Anak cenderung diam karena sakit kalau banyak gerak.
Jika anak mengeluh nyeri perut kanan bawah yang makin berat, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau IGD, apalagi disertai mual, muntah dan demam.
3. Kolik
Sakit perut pada anak karena kolik biasanya terjadi pada bayi (terutama usia kurang dari bulan) dan bukan karena infeksi atau penyakit serius, melainkan karena saluran cerna yang masih belum matang.
Bayi yang mengalami kolik akan menangis keras dan sulit ditenangkan. Mums sudah mencoba gendong, mengayun, memberikan ASI, namun bayi tidak berhenti menangis. Tanda kolik lainnya adalah terjadi pada waktu yang hampir sama setiap hari (seringnya sore atau malam hari).
Secara fisik, bayi nampak kesakitan dan wajah memerah saat menangis, kaki ditekuk ke arah perut dan jika Mums meraba perutnya terasa agak kembung. Uniknya setelah periode menangis berhenti, bayi terlihat sehat dan aktif.
4. Konstipasi
Jika si Kecil sulit buang air besar (BAB) atau BAB keras dan mengejan, maka dapat menyebabkan perut tidak nyaman. Konstipasi atau sembelit ditandai dengan anak jarang BAB (kurang dari 3 kali seminggu), atau feses keras, besar, atau seperti kotoran kambing sehingga anak mengejan keras saat BAB. Feses yang menumpuk menyebabkan perut terasa kembung atau penuh.
5. Kelainan bawaan
Sakit perut pada anak juga disebabkan kelainan anatomi bawaan. Misalnya Hirschsprung, yaitu usus besar tidak memiliki sel saraf yang cukup untuk mendorong feses keluar. Tandanya bayi tidak BAB dalam 24-48 jam setelah lahir, perut buncit dan tidak BAB ini berlanjut.
Kelainan bawaan lainnya adalah hernia. Sebagian usus menonjol melalui celah otot perut dan bisa menyebabkan benjolan di selangkangan dan nyeri jika terjepit.
Nyeri perut pada anak bervariasi tergantung usia, gejala yang menyertainya, dan lokasi nyeri. Meskipun nyeri perut akut biasanya jinak dan sembuh sendiri, ada kondisi yang jarang terjadi tetapi mengancam jiwa yang membutuhkan perawatan darurat.
Langkah Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut
Jika si Kecil mulai mengeluhkan perutnya sakit, Mums bisa menanyakan apa saja yang ia makan sebelumnya. Atau apakah ia mencuci tangannya dengan bersih setelah bermain dan sebelum makan. Bisa jadi salah satu dari dua hal inilah yang jadi pemicunya.
Namun apa pun penyebabnya, langkah pertolongan pertama anak sakit perut perlu dilakukan segera. Kabar baiknya, sakit perut yang dikeluhkan si Kecil relatif ringan, sehingga mudah diatasi dengan cara rumahan yang mudah dilakukan. Juga umumnya berlangsung singkat, hanya beberapa jam saja. Jadi mudah diobati.
Berikut ini pertolongan pertama anak sakit perut yang Mums bisa lakukan di rumah setiap saat:
1. Istirahat
Langkah awal pertolongan pertama anak sakit perut adalah dengan memintanya beristirahat, berhenti bermain dan fokus sama rasa sakitnya. Ini kesempatan untuk Mums bertanya apa penyebab sakit perut tersebut. Apalagi jika penyebabnya tidak diketahui, inilah waktunya untuk menenangkan anak dengan beristirahat sejenak.
2. Kompres air panas
Gunakan botol berisi air panas atau bantal pemanas, letakkan di atas perut si Kecil dalam posisi duduk atau berbaring. Pertolongan pertama anak sakit perut yang satu ini bisa membantu mengurangi rasa sakit. Alternatif lainnya bisa mandi air hangat untuk menenangkan dan meredakan sakit perut. Sebab panas meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit yang dapat mengurangi persepsi rasa sakit yang berasal dari bagian dalam perut.
3. Pijat
Jika Mums menduga sakit perut anak mungkin disebabkan oleh gas atau gangguan pencernaan, berikan pijatan lembut pada perut si Kecil. Berikan sentuhan menenangkan atau dorong si Kecil memijat perutnya jika itu membuatnya nyaman.
4. Teh chamomile
Berikan secangkir teh chamomile hangat untuk diminum. Khasiat teh chamomile sangat efektif membantu mengurangi rasa tidak nyaman di perut. Karena kandungan antiinflamasi dan sedative yang ada dalam teh chamomile ini. Selain itu merilekskan otot saluran pencernaan atas, meredakan kontraksi yang menggerakkan makanan melalui perut dan usus kecil, juga meredakan kejang dan kram perut.
5. Jahe
Pertolongan pertama anak sakit perut lainnya ialah dengan memanfaatkan jahe. Kandungan gingerol dalam jahe merupakan antioksidan alami yang cukup kuat dalam membantu mengurangi radikal bebas yang berpotensi membuat masalah dalam tubuh. Gingerol juga dikenal efektif mengurangi mual dan ketidaknyamanan. Selain itu, sifat antiinflamasinya meningkatkan cairan pencernaan dan menetralkan asam lambung. Jadi, berikan jahe dalam bentuk minuman hangat pada si Kecil untuk membantu meredakan sakit perut yang dirasakan.
6. Refleksiologi
Ada ribuan saraf di kaki dan tangan, ketika teknik tertentu diterapkan bisa membantu seluruh saraf tubuh untuk lebih rileks dan lebih tenang. Daerah perut terhubung dengan lengkungan tengah kaki kiri. Untuk menghubungkan ini, pegang kaki kiri anak dengan telapak tangan kanan Mums, tangan kiri di bawah bola kaki, lalu beri tekanan merata dengan ibu jari. Lakukan gerakan berulang.
7. Makanan hambar
Jika si Kecil masih merasakan sakit perutnya, berikan makanan hambar tanpa rasa. Seperti roti panggang tana pasta, oatmeal, nasi polos. Hindari saus, bumbu atau penyedap rasa. Makanan hambar lebih sedikit mengiritasi perut dan lebih mudah dicerna daripada makanan pedas atau berminyak. Selain mengurangi risiko muntah, makanan hambar membantu saluran cerna kembali berfungsi lebih cepat.
8. Yogurt
Yogurt bisa dijadikan langkah pertolongan pertama anak sakit perut. Sebab cukup efektif untuk kram perut dasar dan makanan penyembuh yang cukup populer untuk diare. Biasanya bakteri baik yang hidup di usus akan membantu pencernaan. Jika ada virus di usus atau diare, bakteri baik ini bisa terbuang keluar yang dapat memperpanjang durasi gejala sakit perut. Itu sebabnya yogurt dengan kandungan bakteri baik di dalamnya bisa membantu meredakan sakit perut.
9. Aktivitas fisik
Tahukah Mums, aktivitas fisik di luar efektif membantu meredakan sakit perut. Sebab aktivitas fisik membantu pergerakan melalui saluran pencernaan, sedangkan berbaring di tempat tidur justru bisa menyebabkan sembelit.
Kapan Harus Dibawa ke Dokter?
Nyeri perut pada anak sebaiknya dibawa ke dokter jika muncul tanda bahaya atau tidak membaik dalam waktu singkat. Sebagian besar sakit perut pada anak memang ringan (misalnya masuk angin ringan, konstipasi, atau gangguan pencernaan biasa), tapi ada kondisi berbahaya yang bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius.
Berikut ini gejala atau tanda bahaya sebagai indikator anak harus segera dibawa ke IGD:
Nyeri hebat hingga si Kecil tidak bisa berdiri/bergerak
Nyeri menetap di perut kanan bawah, Mums perlu curiga radang usus buntu
Muntah berawarna hijau atau muntah terus-menerus
Perut sangat buncit dan keras
Demam tinggi (>38,5°C) disertai lemas
BAB berdarah atau muntah darah
Tidak pipis >6–8 jam (tanda dehidrasi)
Anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan
Mums, itulah tadi pembahasan mengenai penyebab sakit perut pada anak dan pertolongan pertama untuk anak sakit perut yang bisa dilakukan di rumah. Jika pertolongan pertama anak sakit perut tersebut sudah dilakukan tapi tak kunjung mereda, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Jangan lupa juga untuk meningkatkan imun anak agar si Kecil tidak mudah terserang penyakit ya, Mums.
Referensi
NCBI. 2025. Functional Abdominal Pain in Children
Parents. natural-tummy-ache-remedies


