Pilek dan ingus, adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan ketika si Kecil terinfeksi virus influenza. Lendir berupa zat bening, licin, seperti gel yang keluar dari hidungnya ketika pilek, punya arti tersendiri yang mencerminkan jenis pilek yang dialaminya.
Ketika mengalami pilek, warna ingus si Kecil bisa beragam, seperti putih, kuning, hijau, atau hitam. Walaupun ingus sangat mengganggu ketika pilek, namun keberadaannya merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.
Jenis-jenis pilek dilihat dari warna ingus
Studi mikrobioma terbaru dari Springer Nature Link (2024) terhadap anak dengan rhinitis alergi menunjukkan bahwa komposisi bakteri di hidung anak berbeda antara anak sehat dengan anak yang memiliki alergi. Adanya perubahan signifikan pada keragaman mikroba juga dominasi bakteri tertentu seperti Staphylococcus epidermidis.
Dalam hal ini jenis pilek antara alergi dan infeksi, tidak hanya berbeda gejala, tapi juga berbeda ekosistem mikrobiologinya.
Bentuk ingus biasanya jernih, encer, dan licin. Jika seorang anak mengalami infeksi pernapasan atau sinus, ingus yang keluar dari hidung atau tenggorokannya mungkin kental, lengket, dan berwarna putih krem. Sel-sel mati, kuman, asap tembakau, dan zat lain dalam ingus dapat mengubah warnanya.
Berikut ini jenis-jenis pilek dilihat dari warna ingusnya :
1. Putih
Ketika ingus menjadi kental dan tampak putih atau krem, biasanya itu berarti seseorang sedang melawan flu atau infeksi virus lainnya. Warna dan kekentalan tersebut berasal dari sel-sel kekebalan tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi.
Ingus putih sering menandakan hidung tersumbat akibat peradangan. Ketika jaringan hidung meradang, aliran lendir menjadi lebih lambat sehingga lendir kehilangan sebagian cairannya dan menjadi lebih kental, tampak keruh atau putih. Kondisi ini sering muncul pada saat pilek, infeksi saluran napas atas, maupun sinusitis ringan.
2. Kuning cerah
Warna ingus kuning cerah biasanya ini sinyal adanya tanda infeksi. Berdasarkan gejala lain yang menyertai pilek tersebut dan berapa lama gejalanya berlangsung. Ini berarti seorang anak mengalami sinusitis atau adanya infeksi bakteri di sinusnya.
3. Merah atau merah muda
Darah dapat membuat ingus berwarna merah muda atau bergaris merah. Jika ingus si Kecil ada darahnya atau garis merah, kemungkinan besar hidungnya sangat kering atau mengalami iritasi. Pembuluh darah kecil di hidung dapat pecah dan mengeluarkan darah.
4. Bening
Ingus bening atau clear mucus merupakan kondisi normal. Namun bisa jadi ini merupakan tanda awal infeksi virus akan terjadinya flu pada si Kecil sebelum ingus menjadi lebih kental. Pemicunya bisa dari alergi, iritasi udara dingin, maupun debu di udara dan lingkungan.
5. Kuning
Ingus yang berwarna kuning umumnya pertanda bahwa sistem imun anak sedang aktif melawan virus. Ketika virus atau bakteri masuk ke tubuh, sistem imun mengirim sel darah putih (leukosit) untuk melawan patogen. Setelah sel-sel ini mati, mereka ikut terbawa dalam lendir sehingga memberi warna kekuningan.
Kondisi ini umum terjadi pada saat flu, infeksi saluran napas atas. Biasanya warna ingus kuning ini sering muncul setelah beberapa hari anak mengalami pilek.
6. Hijau
Warna hijau pada ingus si Kecil berasal dari enzim myeloperoxidase yang diproduksi oleh neutrofil (jenis sel darah putih). Enzim ini mengandung pigmen besi yang memberi warna kehijauan pada lendir. Ingus hijau menunjukkan respons imun yang lebih kuat. Hal ini terjadi karena infeksi virus, infeksi bakteri, maupun respons imun yang kuat terhadap patogen. Namun penting diketahui bahwa warna hijau tidak selalu berarti infeksi bakteri atau kebutuhan antibiotik. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat pilek apalagi antibiotik.
Jenis pilek pada anak
Berikut ini jenis pilek pada anak yang biasanya terjadi :
1. Pilek virus
Penyebab utama pada anak ini memiliki wana yang bisa berubah-ubah. Kabar baiknya pilek yang disebabkan oleh virus ini bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus.
2. Rhinitis alergi
Jenis pilek yang satu ini memiliki warna ingus bening dominan. Dipengaruhi oleh sistem imun dan mikroba dan prevalensinya relatif tinggi secara global.
3. Sinusitis
Ini merupakan infeksi lanjutan, yang ditandai dengan gejala lebih berat dan berlangsung lebih lama. Namun tidak bisa didiagnosis hanya dari warnanya saja. Perlu ada pemeriksaan medis lebih lanjut.
4. Non-allergic rhinitis
Kondisi ini umumnya menggambarkan terjadinya iritasi. Dipicu oleh polusi, asap, maupun udara yang kering. Tanpa ada infeksi sebagai pemicunya.
Mums, itulah beberapa warna ingus yang menjadi indikasi jenis pilek yang dialami si Kecil. Hal penting yang perlu diketahui terkait jenis pilek dilihat dari warna ingusnya adalah warna ingus tidak dapat digunakan secara pasti untuk membedakan infeksi virus atau bakteri. Misalnya pada pilek biasa, ingus dapat berubah dari bening menjadi putih lalu kuning dan hijau selama proses penyembuhan.
Perubahan ini lebih menggambarkan aktivitas sistem imun dan tingkat peradangan, bukan selalu tentang jenis kuman penyebab penyakit. Jadi, perubahan warna ingus relatif normal selama tidak ada gejala penyerta yang cukup serius. Seperti ingus hijau atau kuning lebih dari 10-14 hari, disertai demam tinggi, anak tampak lemas, nyeri wajah atau sinus, berbau menyengat, bercampur darah terus menerus.
Jadi, warna ingus adalah indikator respons imun dan inflamasi, tidak untuk menentukan jenis infeksi. Karena jenis pilek kini diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya – apakah virus, alergi, atau iritasi – dan profil imun maupun mikrobanya.
Referensi
Springer nature link. 2024. Nasal, dermal, oral and indoor dust microbe and their interrelationship in children with allergic rhinitis.


