Kehamilan bisa jadi membawa perubahan yang tidak terduga. Banyak Mums yang merasakan perubahan setelah melahiran anak kedua, misalnya mudah lupa. Ternyata ini kerap dikaitkan dengan perubahan otak selama kehamilan pada seorang wanita.
Penelitian yang dilakukan Amsterdam University Medical Center (2026) menemukan bahwa setiap kehamilan mengubah struktur otak seorang wanita. Berdasarkan penelitian sebelumnya, setiap kehamilan meninggalkan jejak uniknya sendiri pada otak ibu.
"Penelitian kami untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa otak tidak hanya berubah selama kehamilan pertama, tetapi juga selama kehamilan kedua," kata Hoekzema, kepala Laboratorium Otak Kehamilan di Amsterdam UMC, yang memimpin penelitian.
Apa saja perubahan pada otak setelah kehamilan kedua? Yuk, simak artikelnya!
Jaringan Otak Berubah dengan Cara yang Berbeda
Para peneliti menemukan bahwa kehamilan pertama menghasilkan perubahan terbesar dalam struktur dan aktivitas otak, yang berkaitan dengan refleksi diri, pemikiran sosial, dan fungsi mental penting lainnya.
Sedangkan di kehamilan kedua, jaringan yang sama berubah lagi, meskipun dalam derajat yang lebih rendah. Sebaliknya, perubahan yang paling mencolok terjadi pada jaringan otak yang bertanggung jawab untuk mengarahkan perhatian dan menanggapi informasi sensorik.
"Tampaknya selama kehamilan kedua, otak lebih kuat berubah pada jaringan yang terlibat dalam reaksi terhadap isyarat sensorik dan dalam mengendalikan perhatian," jelas peneliti Milou Straathof, yang menganalisis data tersebut. "Dan proses ini mungkin bermanfaat saat merawat banyak anak."
Jadi intinya Mums, setelah kehamilan kedua, otak seorang wanita berubah untuk lebih siap dengan kondisi lebih banyak anak.
Sedangkan pada kehamilan pertama, perubahan otak lebih banyak pada area yang terkait emosi, atau ikatan emosional antara ibu dan anak. Bisa jadi karena hubungan inilah yang diperlukan saat seorang ibu pertama kali punya anak, hubungan yang kuta diperlukan karena ada perubahan status sebagai seorang ibu.
Benarkah Setelah Melahirkan Ibu jadi Sering Lupa?
Lalu apa kaitan perubahan otak dikaitkan dengan kehamilan? Secara alami, perubahan otak adalah cara tentang kemampuan adaptasi otak ibu yang luar biasa. Meskipun sebagian besar wanita mengalami satu atau lebih kehamilan selama hidup mereka, para ilmuwan baru mulai memahami bagaimana kehamilan memengaruhi otak dalam jangka panjang.
Para peneliti mengatakan penemuan ini membantu memahami kondisi seorang ibu pasca melahirkan, termasuk upaya untuk mencegah dan mengobati depresi pascapersalinan. Studi ini juga menyoroti kemampuan otak yang luar biasa untuk terus beradaptasi dengan pengalaman hidup besar seperti kehamilan dan peran sebagai ibu.
Menurut European Research Council (2025), salah satu temuan kunci adalah pola berbentuk U pada salah satu area abu-abu otak. Tenyata volume tersebut menurun sekitar 5% selama kehamilan, terutama pada trimester kedua, dan pulih sebagian, sekitar 3,4% dalam waktu enam bulan setelah melahirkan. Namun, volume materi abu-abu tidak sepenuhnya kembali ke tingkat sebelum kehamilan.
Perubahan tersebut bukan hanya struktural, namun menunjukkan koneksi yang lebih kuat setelah melahirkan. Perubahan fungsional ini kemungkinan membantu ibu menjalin ikatan dan merawat bayi mereka dengan membuat komunikasi otak lebih efisien.
Meskipun terjadi “reorganisasi otak” namun tidak ada bukti penurunan kognitif, seperti hilangnya memori kerja pada ibu.
Pernyataan bahwa wanita menjadi lebih pelupa setelah melahirkan lebih bersifat asumsi daripada terbukti secara ilmiah. Penyebab sebenarnya adalah karena pasca melahirkan, seorang ibu memiliki lebih banyak informasi untuk diproses. Fokus berubah karena harus mengurus bayi, sehingga banyak hal terlewat.
“Semua ini mungkin berarti bahwa otak hanya sedang mengatur ulang untuk tugas-tugas yang berbeda, yang dihadapi seorang wanita saat ia menjadi seorang ibu,” simpul peneliti.
Faktor yang menyebabkan perubahan otak ibu karena kehamilan adalah faktor hormonal. Perubahan hormon, terutama estrogen menjadi penyebab utama perubahan otaak selama kehamilan. Ada indikasi bahwa jumlah hormon dapat memengaruhi kesehatan mental ibu setelah melahirkan.
Referensi:
Sciencedaily. 2016. Second pregnancy changes the brain in surprising new ways
European Research Council. 2025. How pregnancy reshapes a mum’s brain


