Pernikahan memang menyatukan dua individu yang berbeda dalam satu ikatan cinta. Namun demikian keduanya punya privasi masing-masing yang tidak bisa diabaikan. Disinilah batasan dalam pernikahan dibutuhkan.
Batasan pernikah bukan aturan kaku yang mengekang kehidupan pribadi pasangan, melainkan memberikan ruang untuk bergerak dan bertumbuh secara psikologis sebagai individu, seperti halnya sebelum menikah dulu.
Manfaat Batasan dalam Hubungan Pernikahan
Batasan dalam pernikahan merupakan cara menempatkan diri sebagai individu yang bebas atas diri sendiri yang membuat nyaman dan aman, tanpa mengabaikan peran sebagai pasangan. Batasan bukan berarti mengekang, melainkan memberi ruang dan waktu untuk diri sendiri.
Dalam hubungan pernikahan, berbagai batasan dibutuhkan bukan untuk menjaga jarak melainkan untuk menjaga hubungan pernikahan itu sendiri. Pentingnya batasan yang sehat dalam hubungan pernikahan menurut jurnal Family Relations (2024) disebutkan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara kedekatan dan otonomi.
Dalam hal ini batasan yang jelas membantu menciptakan rasa aman emosional, pasangan lebih mudah berkomunikasi ketika mengetahui batas masing-masing, dan membantu menjaga identitas individu tanpa mengurangi kedekatan.
Lebih detailnya, berikut ini manfaat batasan dalam hubungan pernikahan :
1. Menjaga keseimbangan
Sadar atau tidak, batasan ini memengaruhi dinamika hubungan pernikahan dengan pasangan. Batasan yang sehat dalam pernikahan sangat dibutuhkan untuk mencapai keseimbangan dalam hubungan pernikahan itu sendiri. Ada saatnya fokus dengan urusan masing-masing di siang hari. Lalu berkumpul kembali malam hari sebagai suami istri.
2. Memberi ruang dan waktu
Dengan batasan yang jelas kapan harus bersama, dan kapan harus me time tanpa rasa bersalah, adalah bentuk batasan dalam memberi ruang dan waktu bagi pasangan untuk menikmati privasinya.
3. Saling menghormati
Batasan yang disepakati dalam pernikahan bukan sebagai bentuk intervensi tanpa arti, melainkan sebagai wujud menghormati dan menghargai keinginan, hak, juga kesukaan masing-masing.
4. Menjaga kesehatan mental
Dengan batasan yang jelas, rasional, dan seimbang, maka masing-masing individu punya kesempatan untuk jeda sejenak dari rutinitas, sehingga mencegah stress berlebihan yang bisa berdampak pada hubungan pernikahan. Jadi, batasan dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental keduanya.
5. Meningkatkan kepercayaan
Pasangan yang saling menghormati batasan masing-masing, maka akan timbul rasa saling percaya. Percaya bahwa pasangan tidak akan melakukan hal di luar batas, percaya bahwa masing-masing akan menghargai kebutuhan pasangan. Dari rasa percaya inilah, rasa aman aman tumbuh dan saling menguatkan.
Bentuk Batasan dalam Pernikahan
Berbagai bentuk batasan dalam pernikahan yang perlu dimiliki oleh setiap pasangan, di antaranya :
Batasan fisik, melibatkan penghormatan terhadap ruang pribadi dan kebutuhan fisik seperti kebutuhan istirahat, persetujuan dalam hubungan intim. Juga kenyamanan dalam sentuhan fisik seperti ciuman, pelukan, dan lain-lain.
Batasan emosional, menghormati perasaan dan pikiran pasangan, berikan kritik yang membangun bukan menyerang pribadi, tidak memarahi di depan orang lain.
Batasan komunikasi, berbicara dengan sopan, tidak membentak, tidak memotong pembicaraan, jadi pendengar yang baik.
Batasan seksual, menghargai tingkat kenyamanan Anda seputar perilaku seksual, termasuk mendapatkan persetujuan.
Batasan waktu, punya jadwal me time, menekuni hobi, berkumpula bersama teman.
Batasan finansial, menghargai kebiasaan belanja dan menabung pasangan, batasan nomila belanja, membuat tabungan bersama, serta menjaga privasi finansial jika diperlukan.
Batasan budaya:, menghormati dan mengikuti adat istiadat, tradisi, maupun ritual budaya juga keagamaan yang dianut.
Batasan digital, misalnya tidak mengunggah masalah rumah tangga ke media sosial, tidak membuka ponsel pasangan tanpa izin, berkomunikasi yang sehat dengan lawan jenis.
Cara Menetapkan Batasan dalam Pernikahan
Batasan yang sehat dalam pernikahan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelanggengan dan keharmonisan rumah tangga. Berikut ini cara menetapkan batasan dalam penikahan :
1. Buat kesepakatan
Bicarakan dengan pasangan tentang batasan yang perlu dilakukan. Dengan kesepakatan yang dilakukan sejak awal, maka keduanya akan punya pemahaman yang sama tentang batasan yang perlu dipatuhi.
2. Komunikasi secara konsisten
Agar pelanggaran tidak sering dilakukan, penting untuk secara konsisten mengkomunikasikan kebutuhan akan batasan baru sambil mempertahankan batasan yang sudah ada. Mengingatkan satu sama lain tentang batasan dengan lembut dan penuh hormat. Kuncinya adalah tetap setenang mungkin dan mengingatkan diri sendiri bahwa suami saya kemungkinan besar melakukan yang terbaik.
3. Kenali kebutuhan
Pahami dan kenali kebutuhan masing-masing untuk menentukan jenis batasan yang akan dibuat dalam pernikahan. Misalnya, apa yang ingin diharapkan dari pasangan, apa yang disuka dan tidak disuka dalam keseharian, perilaku, maupun perkataan. Juga situasi apa yang ingin dihindari.
4. Jelaskan alasannya
Setelah mengenali bentuk batasan yang diinginkan, berikan alasan yang melatarbelakanginya sehingga pasangan dapat memahaminya. Dengan begitu akan saling menjaga dan mematuhi batasan yang telah dibuat berdasarkan alasan yang logis dan bisa diterima keduanya.
Mums, itulah tips menetapkan batasan dalam pernikahan yang dapat dilakukan. Menetapkan batasan adalah aspek mendasar dalam mengembangkan dan memelihara hubungan romantis yang sehat.
Batasan dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang negatif, bukan pemenang dan pecundang. Pada kenyataannya, batasan justru berdampak sebaliknya, yaitu mendorong hubungan yang lebih dalam, hubungan yang lebih sehat, dan lebih membahagiakan.
Referensi :
Family Relations. 2024. Boundaries in Online Couples Therapy: "Can Anything Exist Without Boundaries?".


