Melahiran dan Merawat Anak Tanpa Kehadiran Ibu, Lebih Rentan Depresi

Rabu, 26 November 2025 10:48 WIB

Keluarga terdiri dari ibu, anak dan nenek
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Saat seorang wanita menikah, kemudian hamil, dan melahirkan untuk pertama kali, umumnya masih sangat bergantung pada kehadiran ibu. Ibu kandung untuk seorang ibu baru berfungsi sebagai pilar kokoh dan tempat bersandar yang nyaman, tempat bertanya, berkeluh kesah, alias paket komplit tergabung menjadi satu. 


Namun, hal itu tidak berlaku bagi sebagian ibu baru. Sepertiga ibu baru mengalami masa kehamilan tanpa ibu mereka di sisi mereka, menurut laporan dari The Motherless Mothers (TMM). Ditemukan juga kalau tingkat depresi dan kondisi kesehatan mental ibu di masa perinatal lebih tinggi pada mereka yang tidak didampingi ibunya.

Ibu adalah support sistem utama bagi seorang ibu baru. Penelitian dari National Institute of Health menunjukkan, depresi post partum menunjukkan, sekitar 10-20% ibu mengalami depresi pascamelahirkan, meskipun angkanya bervariasi secara signifikan berdasarkan wilayah, dengan tingkat yang lebih tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah dan negara-negara berkembang.

Menurut studi ini, faktor risiko utama meliputi tekanan finansial, kurangnya dukungan sosial,

Kasih Saran, Yuk!