Bayi yang baru mulai diperkenalkan dengan makanan padat sering kali tampak menyemburkan atau memuntahkan kembali makanan. Mums mungkin bertanya-tanya, “Apakah ini normal, atau ada yang salah?”
Jawabannya: seringkali ini normal, karena merupakan bagian dari perkembangan koordinasi oral-motor bayi saat belajar makan. Tapi agar lebih meyakinkan, mari kita lihat dari bukti ilmiah yang ada.
Fase Oral dan Perkembangan Oral-Motor Bayi
International Journal of Pediatric (2024) menyatakan bawa makan dan menelan pada bayi usia dini merupakan proses motorik kompleks yang melibatkan banyak otot yang saling terkoordinasi, misalnya otot orofasial serta otot faring, laring, dan esofagus.
Diawali dari kemampuan minum refleks bayi baru lahir berkembang menjadi kemampuan untuk mengonsumsi makanan pendamping yang dihaluskan seiring usia bayi bertambah.
Akhirnya, sekitar usia satu tahun anak mulai mahir dalam proses makan, mengunyah, dan menelan karena oral motornya semakin berkembang, Anak diharapkan sudah bisa makan sendiri dengan menu keluarga.
Pada masa awal kehidupan, bayi berada dalam apa yang disebut fase oral, fase di mana mulut menjadi pusat eksplorasi sensorik dan motorik. Bayi menggunakan mulut untuk merasakan, mengecap, dan bereksperimen dengan makanan baru. Fase ini mencakup keterampilan kompleks seperti mengisap, mengunyah, dan menelan.
Namun, pada awal MPASI (pemberian makanan pendamping ASI), bayi masih belum terampil dalam koordinasi antara lidah, rahang, dan otot mulut, sehingga seringkali makanan didorong keluar kembali atau terlihat bayi “memainkannya”.Ini terjadi karena perkembangan motorik oral bayi belum matang.
Penyebab Bayi Menyemburkan Makanan
Beberapa alasan ilmiah mengapa bayi sering menyemburkan makanan:
1. Refleks Oral yang Belum Sempurna
Bayi memiliki tongue thrust reflex yang mendorong keluar makanan dari mulut ketika mereka belum siap melakukan koordinasi kunyah-telan. Ini bagian dari perkembangan normal, bukan gangguan.
Kesulitan atau keterlambatan dalam perkembangan motorik oral bisa menyebabkan bayi tidak mampu menelan atau mengunyah tekstur makanan tertentu, akhirnya dikeluarkan dengan cara dilepeh atau disemburkan.
2. Sensory dan Gag Reflex
Riset pada anak dan bayi menunjukkan bahwa mekanisme oral-sensori, termasuk kemampuan untuk mengontrol lidah dan refleks gag, adalah bagian dari proses belajar makan. Dalam banyak kasus, bayi memuntahkan makanan karena masih mempelajari batasan mulutnya sebelum dapat menelan dengan lancar.
3. Tekstur Makanan Belum Sesuai
Makanan yang terlalu kasar, padat, atau bertekstur tidak sesuai usia sering menyebabkan bayi mendorong keluar makanan. Artikel klinis tentang feeding problems menjelaskan bahwa spitting food setelah memasukkan ke mulut sering menjadi bagian dari perilaku makan yang masih berkembang.
Solusi Mengatasinya
Berikut upaya yang bisa Mums lakukan untuk mengurangi kebiasaan bayi menyemburkan makanan:
1. Latihan Motorik Oral
Latihan stimulasi oral (misalnya non-nutritive sucking, latihan menelan) telah terbukti meningkatkan kesiapan makan bayi, terutama pada bayi prematur yang kerap mengalami kesulitan koordinasi oral.
2. Sesuaikan Tekstur Bertahap
Mulai memberikan MPASI dengan tekstur yang sangat halus seperti puree atau bubur saring, lalu tingkatkan ke tekstur yang sedikit lebih padat, bubur, nasi tim hingga finger food, sesuai usia.
3. Terapkan Responsive Feeding
Maksudnya Mums harus paham sinyal lapar dan kenyang bayi. Hindari mekaksa bayi makan karena hanya akan membuat si Kecil trauma. Terapkan pengalaman makan positif.
Bayi melepeh atau menyemburkan makana itu normal karena bayi masih di fase perkembangan oral motor. Jangan patah semangat ya, Mums! Baik bayi dan Mums masih sama-sama belajar, pastikan saja bayi mendapatkan nutrisi terbaik. Jika kebiasaan melepah dan menyemburkan makanan ini berlanjut, bisa konsultasikan ke dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang.
Referensi:
International Journal of Pediatric. 2024. Development of eating skills in infants and toddlers from a neuropediatric perspective


