MPASI Bergizi Enggak Harus Mahal, Pakai Bahan Pangan Lokal Aja, Mums!

Dipublish: Selasa, 13 Januari 2026 09:58 WIB

Diperbarui: Rabu, 14 Januari 2026 16:16 WIB

Contoh MPASI dengan bahan pangan lokal ubi jalar
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Salah satu tahap penting tumbuh kembang si Kecil adalah fase pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) sebagai momen memberikan asupan gizi maksimal dari makanan padat pertamanya. 


Disinilah Mums dituntut untuk menyajikan MPASI yang sehat dan bergizi sesuai kebutuhan tumbuh kembang si Kecil. Kabar baiknya, MPASI yang sehat dan bergizi ini bisa dibuat dari berbagai bahan makanan lokal yang ada di sekitar. 


Membuat MPASI menggunakan bahan makanan lokal, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Unimma tahun 2025, selain bisa menghasilkan MPASI yang bergizi dan sehat, juga memberikan kesempatan para ibu untuk meningkatkan pengetahuannya tentang penyusunan MPASI bergizi dan membantu mencegah stunting pada balita. 


dalam penelitian, terbukti skor pengetahuan peserta meningkat setelah intervensi edukasi MPASI berbasis bahan makanan lokal. Artinya, edukasi dan praktik pengolahan MPASI dari bahan makanan lokal sangat efektif meningkatkan pemahaman orang tua tentang menu bergizi untuk anak. 


Bahan makanan lokal untuk MPASI bergizi


Beruntung di negara tropis seperti Indonesia ini, tersedia aneka makanan lokal baik berupa sayuran, buah-buahan, hingga umbi-umbian yang berlimpah jenis dan jumlahnya yang bisa digunakan sebagai bahan pokok membuat MPASI. 


Berikut ini beberapa makanan lokal yang bisa dijadikan sumber utama MPASI sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil : 


1. Ubi jalar 

Kandungan vitamin A, vitamin C, juga serat yang ada pada ubi jalar ini dapat diolah menjadi puree atau dicampurkan dengan bahan lain seperti nasi atau sereal sebagai MPASI untuk si Kecil. 


2. Beras merah  

Dibandingkan nasi putih, nasi dari beras merah memilik nutrisi dan serat yang jauh lebih tinggi. Penggunaan beras merah dalam MPASI dapat memenuhi kebutuhan energi harian si Kecil, juga membantu kerja sistem pencernaannya. 


3. Kacang hijau 

Sebagai sumber protein nabati yang baik, kacang hijau bisa menjadi bahan makanan lokal pembuat MPASI bergizi dan sehat. Kacang hijau juga mengandung zat besi tinggi yang sangat penting bagi perkembangan otak bayi. Penyajian yang paling umum dibuat dalam bentuk bubur maupun puree. 


4. Sayuran hijau 

Bayam dan brokoli, contoh dari sayuran hijau yang kaya akan vitamin dan mineral. Sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Sayuran dapat dicampurkan dalam bubur nasi untuk meningkatkan nilai gizi MPASI tersebut. 


5. Buah segar  

Buah-buahan lokal yang selalu ada sepanjang musim, seperti pisang, pepaya, alpukat, juga sangat baik digunakan sebagai MPASI berbasis makanan lokal. Penyajiannya sangat mudah, bisa diberikan dengan cara dihaluskan atau dimakan langsung oleh si Kecil. 


6. Telur ayam 

Sumber protein hewani yang mudah didapat dan diolah, menjadikan telur sebagai pilihan menu MPASI berbasis makanan lokal. Dengan harga terjangkau dan stok berlimpah, sangat memudahkan dalam membuat MPASI. 


7. Ikan lokal

Kandungan nutrisi beberapa ikan lokal seperti kembung, lele, tuna yang tinggi omega-3 tidak kalah dengan ikan impor yang mahal seperti salmon. Mudah didapat dan stok berlimpah, sehingga cocok dijadikan menu MPASI bergizi. 


Tips memilih dan mengolah makanan lokal sebagai menu MPASI


Walaupun makanan lokal sangat baik dijadikan bahan utama pembuatan MPASI, namun jika tidak dipilih dengan tepat dan diolah secara benar, tidak akan mendapatkan manfaat yang maksimal. 


Berikut ini tips memilih dan mengolah bahan makanan lokal untuk MPASI bergizi maksimal : 


1. Pilih bahan segar dan musiman 

Bahan makanan yang segar dan musiman biasanya memiliki kualitas gizi yang baik. Terutama pada buah dan sayuran, juga ikan. Pastikan bahan tidak layu, busuk, apalagi berbau. Warnanya cerah alami tidak berlendir. Dan yang tidak kalah pentingnya simpan dengan baik sebelum diolah. 


2. Jaga kebersihan 

Lakukan ini sejak awal, bahkan sejak membelinya. Bersihkan dengan benar menggunakan air mengalir. Gunakan alat masak dan alat makan khusus bayi. Cuci tangan sebelum menyiapkan MPASI. Kebersihan sangat penting untuk mencegah diare dan infeksi saluran cerna yang disebabkan oleh makanan terkontaminasi. 


3. Olah dengan cara yang aman 

Minimalisir kehilangan nutrisi dari makanan lokal ketika diolah menjadi MPASI. Pilih metode masak yang sehat dan tepat, misalnya dikukus, direbus, menumis tanpa minyak berlebih. Hindari menggoreng karena merusak nutrisi dan membuat MPASI sulit dicerna bayi. 


4. Jangan ditambah gula dan garam 

Bayi belum membutuhkan garam, gula, kaldu instan, juga penyedap rasa. Rasa alami dari makanan lokal sudah cukup untuk mengenalkan rasa makanan pada si Kecil. 


5. Sesuaikan tekstur 

Mums, memberikan MPASI mesti bertahap. Usia 6-8 bulan berikan puree atau bubur halus. Usia 9-11 bulan berikan makanan cincang lembut. Dan usia 12 bulan ke atas berikan makanan keluarga yang dipotong kecil-kecil. 


6. Variasikan menu 

Agar bayi tidak bosan, variasikan menu setiap harinya. Selain itu, mengenalkan aneka rasa makanan pada si Kecil, juga menghindari risiko picky eater yang banyak dialami anak-anak. Semakin bervariasi, semakin beragam pula nutrisi yang didapat sehingga lebih lengkap. 


Mums, itulah panduan memberikan makanan lokal untuk menu MPASI yang sehat dan bergizi. Dengan menggabungkan bahan-bahan lokal yang ada, Mums dapat memberikan MPASI yang bergizi dan sehat untuk anak setiap harinya. 


Referensi : 

Kemenkes. 2023. Buku-resep-makanan-lokal
Jurnal Unimma. 2025. Preventing stunting with complementary feeding (MP-ASI) using local food ingredients

Kasih Saran, Yuk!