Panduan Menyusui Bayi Baru Lahir

Dipublish: Jumat, 20 Februari 2026 13:58 WIB

Diperbarui: Selasa, 2 Juni 2026 21:51 WIB

Ibu sedang menyusui bayinya
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Menyusui bayi baru lahir memang tampak mudah. Namun tidak semua ibu mengalaminya. Banyak  ibu menyusui mengalami kesulitan saat menyusui, terutama bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan. 


Ada saja drama menyusui yang dihadapi. Mulai dari puting terasa nyeri, ASI terasa belum keluar, atau bayi tampak terus menangis yang bikin ibu ragu apakah bayinya cukup mendapatkan ASI atau tidak. 


Artikel ini mengulas mengenai pemberian ASI untuk bayi baru lahir, mulai dari pentingnya ASI, frekuensi menyusui, masalah yang umum dihadapi, hingga tips agar ASI tetap lancar.


Pentingnya ASI eksklusif bagi bayi 


Bagi bayi baru lahir, ASI adalah makanan terbaik untuknya, terutama pada 6 bulan pertama kehidupannya. Menurut WHO (2023),  pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting, karena terbukti memberikan perlindungan optimal terhadap infeksi serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara menyeluruh.


Selain itu ASI eksklusif dapat menurunkan risiko infeksi saluran cerna, infeksi pernapasan, dan meningkatkan perkembangan kognitif bayi, menurunkan risiko alergi dan obesitas. Bagi bayi, ASI eksklusif merupakan nutrisi lengkap dan mudah dicerna oleh sistem pencernaannya yang masih berkembang. 


ASI eksklusif juga mengandung antibody alami (lgA) yang tidak ada dalam susu formula. Yang tidak kalah penting, kandungan ASI eksklusif mendukung perkembangan otak si Kecil yang sedang bertumbuh. 


Frekuensi menyusui bayi baru lahir


Kebutuhan nutrisi dan cairan bayi baru lahir setiap harinya bisa dipenuhi dari pemberian ASI eksklusif yang tepat sesuai kebutuhan si Kecil. Artinya frekuensi menyusui sangat penting diperhatikan agar kebutuhannya terpenuhi. Sebab bayi baru lahir perlu menyusu sesering mungkin.


Menurut American Academy of Pediatric (2022) secara umum, bayi baru lahir menyusu 8–12 kali atau lebih dalam 24 jam. Frekuensi ini normal karena lambung bayi masih kecil dan ASI dicerna dengan cepat. Menyusu sering pada awal kehidupan juga penting untuk membangun produksi ASI yang cukup.


Jadi, frekuensi menyusui yang ideal adalah 8–12 kali dalam 24 jam, yang dibagi setiap 2–3 jam, termasuk pada malam hari. 


Posisi dan pelekatan menyusui yang benar


Tidak hanya frekuensi atau durasi menyusui, keberhasilan menyusui bayi baru lahir juga ditentukan oleh posisi menyusui yang tepat. Sesuai rekomendasi dari Academy of Breastfeeding Medicine (2022) ada beberapa posisi menyusui yang tepat. 


Berikut ini posisi menyusui yang benar untuk mendapatkan perlekatan yang tepat: 


1. Cradle hold
Bayi diposisikan melintang di depan tubuh Mums dengan kepala berada di lipatan siku. Posisi ini umum digunakan dan cocok untuk bayi yang sudah mampu melekat dengan baik.


2. Cross-cradle
Mirip dengan cradle hold, tetapi kepala bayi ditopang oleh tangan yang berlawanan dari payudara yang digunakan. Posisi ini membantu Mums mengontrol kepala bayi dan sering direkomendasikan pada awal masa menyusui.


3. Football hold
Bayi diletakkan di samping tubuh Mums seperti memegang bola, dengan kaki mengarah ke belakang. Posisi ini ideal untuk Mums pasca operasi caesar, payudara besar, atau pada bayi kembar.


4. Side-lying (berbaring)
Mums dan bayi menyusu sambil berbaring saling berhadapan. Posisi ini membantu Mums beristirahat saat menyusui malam hari dan cocok setelah persalinan yang melelahkan.


Mums, dalam hal ini yang perlu diingat adalah tidak ada posisi terbaik karena yang terpenting adalah Mums dan bayi nyaman saat menyusui. Pastikan pelekatan terjadi dengan tepat, tandanya mulut bayi terbuka lebar, dagu menempel ke payudara, Areola lebih banyak masuk ke mulut bayi, tidak terasa nyeri berkepanjangan. Pelekatan yang baik mengurangi risiko puting lecet dan mastitis.


Tanda bayi mendapatkan ASI yang cukup

Banyak ibu menyusui yang sering khawatir ASI-nya kurang, padahal tanda kecukupan ASI dapat dilihat dari:

  • Buang air kecil enak kali atau lebih dalam satu hari, untuk bayi usia kurang dari 5 hari.

  • Berat badan naik sesuai grafik

  • Bayi tampak puas setelah menyusu

  • Pup kuning lunak (bayi ASI)

Data menunjukkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki frekuensi pup yang lebih tinggi dibanding bayi yang menerima susu formula. Oleh karena itu, Mums juga perlu memerhatikan frekuensi dan warna pup pada bayi untuk memantau asupan ASI yang si Kecil dapatkan.


Tips menjaga produksi ASI tetap lancar 


Pentingnya peran ibu dalam menyusui, membuat Mums mesti menjaga produksi ASI tetap tinggi sesuai kebutuhan si Kecil. Karena produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand, maka pastikan ASI tetap lancar tanpa kendala. 


Berikut ini tips menjaga produksi ASI tetap lancar : 

  • Menyusui atau memompa secara rutin, sebab produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand.

  • Konsumsi makanan bergizi, ini akan menentukan kualitas ASI yang dihasilkan. 

  • Cukup minum dan istirahat baik siang maupun malam hari. 

  • Kurangi atau kelola stres dengan baik, sebab stres berlebihan dapat menghambat produksi ASI.

  • Segera berkonsultasi jika bayi tidak naik berat badan, nyeri hebat saat menyusui, payudara bengkak dan demam, bayi menolak menyusu. 


Problem umum menyusui dan solusinya

Bagi sebagian ibu menyusui, aktivitas ini memang tidak semudah yang dibayangkan. Ada saja kendala atau problem yang dihadapi. Berikut ini beberapa problem umum menyusui dan solusi yang bisa dilakukan: 


1. ASI terasa sedikit di awal 

Sebenarnya kondisi ini cukup normal, terutama pada hari pertama bayi hanya membutuhkan kolostrum dalam jumlah kecil. Walaupun jumlahnya sedikit namun kaya antibody. 

Solusinya, susui lebih sering, lakukan skin-to-skin contact, pastikan Mums istirahat yang cukup.


2. Puting Lecet

Biasanya disebabkan pelekatan yang kurang tepat. Atasi dengan perbaiki posisi dan oleskan krim anti lecet, hindari pemberian sabun pada puting. 


3. Bayi rewel setelah menyusu

Penyebab bisa beragam, seperti masuk angina, posisi sendawa kurang optimal, growth spurt (lonjakan pertumbuhan) yang sering terjadi pada usia 2–3 minggu dan 6 minggu.


Mums, merawat bayi baru lahir adalah proses belajar, baik bagi Mums maupun si Kecil. Untuk mendapatkan informasi lengkap seputar panduan merawat bayi baru lahir, Mums bisa mendapakannya di Teman Bumil & Parenting. Dengan informasi yang tepat, dukungan yang cukup, serta kesabaran, menyusui dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.


Referensi : 

1. World Health Organization. (2023). “Breastfeeding Guidelines”.

2. American Academy of Pediatrics. (2022). “Breastfeeding and the Use of Human Milk”.

3. Acacemic of Breastfeeding Medicine. (2022). “Guidelines for Birth Hospitalization Discharge of Breastfeeding Dyads.” 

Kasih Saran, Yuk!