Selamat, Mums akhirnya dinyatakan hamil untuk pertama kali. Pasti ada rasa senang, bahagia, sekaligus khawatir datang bersamaan ya. Tenang Mums, relaks saja. Selama Mums rajin mengikuti petunjuk dokter, maka perkembangan janin di rahim Mums akan baik-baik saja.
Mums tentu penasaran dengan perkembangan janin di trimester pertama ini, mengingat perut Mums belum terlihat menonjol. Meskipun ukuran janin masih sangat kecil, namun di awal kehamilan ini janin sudah mengalami perkembangan yang pesat. Jadi pastikan Mums menjaga kehamilan agar janin tumbuh optimal sampai persalinan nanti.
Periode Kritis Perkembangan Janin di Trimester 1
Kalau berbicara kehamilan trimester 1, maka ini adalah periode kritis dalam perjalanan selama kurang lebih 40 minggu. Sebuah editorial di jurnal NCBI (2025), menyatakan bahwa ada periode kritis perkembangan dalam tumbuh kembang janin, yang akan menentukan terjadinya cacat lahir atau komplikasi yang dapat terjadi akibat paparan pada berbagai waktu selama kehamilan.
Menurut jurnal ini, periode kritis perkembangan adalah waktu selama kehamilan ketika organ dan bagian tubuh janin sedang terbentuk. Selama waktu ini, janin sangat sensitif terhadap hal-hal yang dapat menyebabkan bahaya, seperti paparan racun atau infeksi.
Cacat lahir dapat terjadi pada kehamilan apa pun karena berbagai alasan. Dari semua bayi yang lahir setiap tahun, sekitar 3 dari 100 (3%) akan mengalami cacat lahir. Masalah kehamilan (seperti keguguran) juga dapat terjadi pada kehamilan dengan kondisi apa pun.
Terkadang, paparan seperti obat-obatan, narkoba, alkohol, dan infeksi dapat meningkatkan kemungkinan cacat lahir atau komplikasi kehamilan. Namun, agar suatu paparan dapat memengaruhi kehamilan, umumnya harus terjadi selama "periode kritis" ketika bagian tubuh sedang terbentuk. Inipun masih ditentukan oleh seberapa banyak, frekuensi atau seberapa sering, dan cara paparan masuk ke dalam tubuh (tertelan, terhirup, dioleskan ke kulit, dll.).
Sebagian besar cacat lahir terjadi pada trimester pertama kehamilan, yang berakhir pada usia kehamilan 13 minggu dan dimulai 6 hari sejak menstruasi terakhir. Sebagian wanita mungkin tidak menyadari dirinya hamil, padahal di masa ini struktur utama tubuh termasuk jantung, lengan, kaki, bibir, dan langit-langit mulut terbentuk pada trimester pertama.
Apa yang Terjadi pada Janin di Minggu 1 hingga 4?
Menurut Clevelandclinic (2024), Selama minggu ke-1 hingga ke-4, kehamilan dimulai ketika sel telur yang telah dibuahi berkembang biak dengan cepat, bergerak ke rahim, dan menempel pada lapisan rahim. Pada akhir bulan ini, embrio berukuran kira-kira sebesar biji poppy (sekitar 2 mm panjangnya).
Kehamilan dihitung mulai dari hari pertama menstruasi terakhir Mums, jadi minggu-minggu awal menentukan tahapan sebelum pembuahan terjadi:
Minggu 1: Persiapan
Secara teknis ini disebut juga fase "persiapan". Tubuh Mums melepaskan lapisan rahim dari periode haid sebelumnya dan bersiap untuk melepaskan sel telur baru.
Pembuahan biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah periode menstruasi terakhir dimulai. Namun, untuk mengetahui perkiraan tanggal persalinan atau HPL, dokter menghitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Itu berarti periode tersebut dihitung sebagai awal dimulainya kehamilan, meskipun Mums belum hamil pada saat itu.
Minggu 2: Ovulasi
Ovulasi terjadi. Jika sperma berhasil membuahi sel telur yang dilepaskan di tuba fallopi, zigot sel tunggal terbentuk. Sperma dan sel telur bersatu di salah satu saluran tuba fallopi untuk membentuk entitas bersel tunggal yang disebut zigot. Jika lebih dari satu sel telur dilepaskan dan dibuahi, atau jika sel telur yang dibuahi terbelah menjadi dua, hasilnya mungkin berupa beberapa zigot dan kehamilan kembar.
Zigot biasanya memiliki 46 kromosom, masing-masing 23 dari setiap orang tua kandung. Kromosom membantu menentukan jenis kelamin dan ciri fisik bayi.
Minggu 3: Pembelahan sel
Sel yang telah dibuahi membelah dengan cepat untuk membentuk gugusan sel yang disebut morula. Morula tampak seperti buah rasberi kecil.
Morula kemudian akan bergerak ke rahim dan memulai proses menempel pada dinding rahim yang kaya nutrisi.
Minggu 4: Penempelan selesai
Begitu mencapai rahim, morula menjadi apa yang disebut blastokista. Berupa bola sel yang membelah dengan cepat dan mulai menggali ke dalam lapisan rahim. Proses ini disebut implantasi.
Di dalam blastokista, kelompok sel bagian dalam akan menjadi embrio. Lapisan luar akan menghasilkan sebagian plasenta. Plasenta memberi nutrisi pada bayi yang belum lahir selama kehamilan. Fondasi untuk plasenta, kantung amnion, dan tali pusar terbentuk. Embrio juga membentuk tiga lapisan utama yang nantinya akan berkembang menjadi otak, sistem saraf, organ utama, tulang, dan otot bayi.
Perkembangan Organ Vital Janin di Minggu 5 hingga 8
Minggu ke-5 hingga ke-8 kehamilan merupakan fase penting dalam perkembangan janin. Pada periode ini, organ-organ vital mulai terbentuk dan berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, trimester pertama sering disebut sebagai masa awal yang menentukan tumbuh kembang si kecil di dalam kandungan.
Minggu ke-5: pembentukan otak, sistem saraf, sumsum tulang belakang, dan jantung
Embrio mulai berkembang pesat. Cikal bakal otak, sistem saraf, sumsum tulang belakang, dan jantung mulai terbentuk. Bahkan, jantung janin biasanya sudah mulai berdetak di fase ini meski ukurannya masih sangat kecil.
Minggu kelima kehamilan, atau minggu ketiga setelah pembuahan, kadar hormon kehamilan human chorionic gonadotropin, yang juga disebut HCG juga meningkat dengan cepat. Hormon tersebut memberi tahu ovarium untuk berhenti melepaskan sel telur dan memproduksi lebih banyak hormon estrogen dan progesteron. Kadar estrogen dan progesteron yang lebih tinggi menghentikan periode menstruasi dan memicu pertumbuhan plasenta.
Minggu ke-6: Tabung saraf menutup
Minggu keenam kehamilan, atau empat minggu setelah pembuahan, tabung saraf di sepanjang punggung bayi menutup. Otak dan sumsum tulang belakang pun berkembang. Jantung dan organ-organ lain juga mulai terbentuk.
Struktur yang dibutuhkan untuk membentuk mata dan telinga mulai terbentuk. Kuncup-kuncup kecil muncul yang akan segera menjadi lengan. Tubuh bayi mulai membentuk kurva berbentuk C.
Perkembangan organ menjadi semakin kompleks. Jantung mulai memompa darah, sementara mata, telinga, tangan, dan kaki mulai terbentuk. Di fase ini, perkembangan otak janin juga berlangsung sangat cepat.
Minggu ke-7: Kepala mulai terbentuk
Tujuh minggu setelah kehamilan, atau lima minggu setelah pembuahan, otak dan wajah bayi mulai tumbuh. Lekukan yang akan membentuk lubang hidung mulai terlihat. Awal terbentuknya retina mata. Tunas tungkai bawah mulai muncul dan akan menjadi kaki. Tunas lengan kini berbentuk seperti dayung.
Minggu ke-8: Hidung terbentuk
Saat usia kehamilan memasuki minggu ke-8, organ-organ utama janin mulai terbentuk lebih lengkap. Wajah mulai terlihat, jari tangan dan kaki mulai muncul, dan Bibir atas dan hidung telah terbentuk. Badan dan leher mulai lurus.
Janin mulai melakukan gerakan kecil meski belum dapat dirasakan oleh ibu. Pada akhir minggu ini, panjang bayi mungkin sekitar 11 hingga 14 milimeter dari atas kepala hingga bagian bawah tulang ekor.
Janin Mulai Bergerak di Minggu 9 sampai 12
Pada usia 9 minggu, sudah mulai aktif bergerak di dalam kandungan. Gerakannya menyerupai kepompong yang lincah, seperti berputar atau menggeliat. Bulan ketiga kehamilan adalah saat embrio menjadi janin. Ini adalah periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Janin mengembangkan fitur wajah, anggota tubuh, organ, tulang, dan otot yang berbeda.
Minggu ke-9: Jari-jari kaki muncul
Pada minggu kesembilan kehamilan, atau tujuh minggu setelah pembuahan, lengan bayi tumbuh, dan siku muncul. Jari-jari kaki terlihat dan kelopak mata terbentuk. Kepalanya besar, dan dagunya tidak terbentuk dengan jelas.
Gigi dan kuncup rasa mulai terbentuk. Otot-ototnya mulai terbentuk dan bentuk tubuhnya semakin menyerupai manusia. Namun, kepalanya masih 50% dari panjang tubuhnya. Dokter mungkin dapat mendengar detak jantungnya dengan USG Doppler.
Minggu ke-10: Selaput jari menghilang
Pada minggu ke-10 kehamilan, atau delapan minggu setelah pembuahan, kepala bayi sudah menjadi lebih bulat. Dan siku sekarang dapat ditekuk. Lengan, tangan, jari, kaki, dan jari kaki telah terbentuk sempurna (tidak ada lagi jari berselaput). Kuku jari tangan dan kaki mulai berkembang dan telinga luar terbentuk. Alat kelamin luar juga mulai terbentuk, tetapi masih terlalu dini untuk melihatnya dengan USG.
Minggu ke-11: Tulang mulai mengeras
Janin mulai sedikit bereksplorasi dengan melakukan hal-hal seperti membuka dan menutup kepalan tangan dan mulutnya. Lutut, siku, dan pergelangan kakinya sudah berfungsi, tetapi masih terlalu dini untuk merasakan tendangan. Tulang-tulangnya mengeras, tetapi kulitnya masih tembus pandang. Fitur wajah lebih menonjol.
Minggu ke-12: sistem tubuh sudah berfungsi
Semua organ, anggota tubuh, tulang, dan otot sudah ada dan akan terus berkembang agar berfungsi sepenuhnya. Sistem peredaran darah, pencernaan, dan saluran kemih juga berfungsi dan hati menghasilkan empedu. Janin minum dan buang air kecil cairan amnion.
Karena perkembangan paling penting telah terjadi, kemungkinan keguguran menurun drastis setelah 12 minggu (akhir trimester pertama). Kebanyakan orang juga mulai merasa lega dari mual di pagi hari sekarang. Pada akhir bulan ketiga, janin berukuran sekitar 2,5 hingga 3 inci — kira-kira sebesar buah plum.
Kapan Detak Jantung Janin Pertama Kali Terdengar?
Detak jantung janin pertama kali dapat dideteksi pada usia 5 hingga 6 minggu usia kehamilan, biasanya terlihat sebagai kedipan kecil melalui pemeriksaan USG. Suara detak jantung tersebut baru akan terdengar lebih jelas oleh ibu menggunakan alat Doppler pada usia 10 hingga 12 minggu.
Kalau di kehamilan 5 atau 6 minggu detak jantung belum terdengar, jangan langsung panik. Tidak selalu berarti ada masalah.
Kadang detak jantung belum terdengar karena usia kehamilan masih terlalu dini, perhitungan HPHT kurang tepat, atau posisi janin belum optimal saat pemeriksaan
Dokter biasanya akan menyarankan kontrol ulang di 1-2 minggu kemudian.
Bagaimana sih detak jantung janin dalam kandungan? Detak jantung janin biasanya lebih cepat dibanding orang dewasa. Rata-rata sekitar 110–160 denyut per menit, menandakan janin sedang berkembang di dalam kandungan.
Tips Menjaga kehamilan sehat
Untuk mengoptimalkan perkembangan janin, Mums dapat mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi vitamin prenatal. Mums juga harus menghindari merokok, minum alkohol, dan menggunakan obat-obatan berbahaya.
Pola makan makan sebaiknya terdiri dari protein hewani, lemak sehat, karbohidrat dan berbagai macam buah, sayur, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak. Vitamin dan mineral bisa Mums dapatkan dari mulitivitamin selain dari makanan.
Jangan lupa cukup minum air putih. Mums juga harus tetap aktif dengan olahraga setiap hari dalam seminggu selama minimal 30 menit dengan intensitas sedang.
Selalu pantau kehamilan dengan cek rutin ke dokter. Mums juga dapat meleihat informasi seputar perkembangan janin trimester 2 di website Teman Bumil dan Parenting, yang memiliki informasi lengkap seputar kehamilan dan kesehatan janin.
Referensi:
NCBI. 2025. Critical Periods of Development
ClevelandClinic. 2024. Fetal Developent
Mayoclinic. pregnancy-week-by-week


