Mitos seputar kehamilan selalu ada dan membuat bumil kadang bingung dibuatnya. Salah satunya mitos bolehkah ibu hamil minum es.
Penjelasan medis memang sudah banyak disampaikan. Namun, masih ada masyarakat yang belum memahami hal ini sehingga masih terjebak dalam pemahaman yang keliru.
Para ahli juga sepakat bahwa tidak ada dampak yang terbukti secara ilmiah bahwa minum air es bisa membahayakan janin.
Menjaga hidrasi yang cukup selama kehamilan jauh lebih penting, terutama air mineral dan mengurangi minuman manis saat hamil.
Bolehkah Ibu Hamil Dilarang Minum Air Es?
Setiap ibu hamil menginginkan kehamilan yang sehat, lancar, dan membahagiakan. Sehingga dapat menikmati setiap momen berharga di masa 9 bulan kehamilan tersebut.
Setiap orang selalu punya naluri untuk menjaga kehamilan semaksimal mungkin. Termasuk melindungi perkembangan janin dari paparan makanan dan minuman yang dikonsumsi tetap sehat dan mendukung pertumbuhan janin.
Termasuk asupan air atau hidrasi selama kehamilan. Terkait hal ini, masyarakat awam masih disibukkan dengan pertanyaan klasik, bolehkah ibu hamil minum es?
Systematic review dan meta-analysis terhadap penelitian tentang hidrasi oral pada ibu hamil dengan oligohidramnion (air ketuban sedikit) yang dimuat dalam Journal Perinatal Medicine (2025) menyebutkan bahwa hidrasi oral meningkatkan amniotic fluid index pada beberapa titik waktu.
Namun, penelitian ini tidak membandingkan air dingin dengan air suhu ruang, sehingga tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa air es lebih baik atau lebih buruk. Yang terbukti penting adalah kecukupan cairan, bukan suhu airnya.
Para ahli juga sepakat bahwa tidak ada dampak yang terbukti secara ilmiah, namun ada mitos umum yang menyebutkan bahwa air dingin berbahaya bagi bayi. Idealnya, suhu air yang diminum ibu hamil akan diserap ke dalam sistem peredaran darahnya. Dan saat air tersebut mengalir ke rahim serta melintasi plasenta untuk masuk ke peredaran darah bayi, suhunya sudah menyesuaikan diri dengan suhu tubuh ibu.
Sederhananya, air dingin yang diminum akan menghangat saat mengalir di dalam tubuh. Sebelum mencapai bayi, tubuh telah menyesuaikan suhunya menjadi aman. Sehingga bayi tidak benar-benar merasakan suhu dingin tersebut.
Selain kemampuan alami tubuh dalam mengatur suhu, bayi memiliki lapisan pelindungnya sendiri. Dalam hal ini pelindung berupa cairan ketuban yang berfungsi mengatur suhu. tubuh bayi.
Cairan ketuban bertindak sebagai penyangga alami. Cairan ini menjaga bayi tetap berada dalam lingkungan yang hangat dan stabil, apa pun yang dikonsumsi ibu. Jadi, meskipun terjadi sedikit fluktuasi suhu dalam tubuh ibu hamil, cairan ketuban akan menyerap perubahan tersebut sebelum berdampak signifikan pada bayi.
Pastikan Hidrasi Cukup Selama Kehamilan
Alih-alih memperdebatkan bolehkah ibu hamil minum es, lebih baik fokus pada kebutuhan hidrasi haria. Pastikan hidrasi cukup selama kehamilan. Idealnya memang menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan suhu air sesuai preferensi – baik dingin, suhu ruang, maupun hangat – yang paling nyaman bagi ibu hamil. Karena tubuh akan menyesuaikan suhunya sebelum air tersebut mencapai janin.
Hidrasi yang cukup sangat penting bagi ibu hamil karena bertujuan mendukung sirkulasi darah yang sehat, membantu menjaga kadar cairan ketuban yang memadai, mendukung perkembangan bayi secara keseluruhan, mengurangi risiko infeksi saluran kemih, yang lebih sering terjadi selama kehamilan. Juga membantu cegah sembelit dan kelelahan
Jadi, menjaga hidrasi yang cukup selama kehamilan jauh lebih penting daripada yang disadari banyak orang. Sayangnya sebagian besar wanita hamil cenderung mengalami kekurangan cairan (dehidrasi ringan) selama trimester kedua.
Selain itu banyak ibu hamil yang merasa bayinya jadi lebih aktif setelah minum air dingin. Hal ini terjadi bukan disebabkan secara langsung oleh suhu air tersebut. Yang terjadi adalah, saat ibu hamil minum air dingin, muncul perubahan sementara pada sirkulasi darah ibu hamil yang mungkin memengaruhi reaksi janin. Akibatnya, janin mungkin bergerak lebih aktif.
Jadi, bayi tidak bereaksi terhadap suhu dingin seperti yang mungkin dibayangkan. Reaksi tersebut lebih merupakan respons tidak langsung terhadap perubahan sesaat pada sirkulasi darah ibu hamil. Hal ini tidak berbahaya, dan banyak ibu hamil justru menganggapnya sebagai tanda yang menenangkan bahwa bayi mereka aktif dan sehat.
Mums, walaupun tidak ada bukti ilmiah yang melarang ibu hamil boleh minum es, namun tetap harus bijak mengonsumsinya. Air dingin mungkin tidak selalu terasa nyaman bagi ibu hamil itu sendiri. Karena itu hindari air dingin dalam situasi-situasi seperti ibu hamil merasa kedinginan atau menggigil. Saat pilek, batuk, atau gejala saluran pernapasan atas lainnya.
Atau ketika hal itu menimbulkan rasa tidak nyaman atau kram perut, termasuk bila ibu hamil memiliki gigi sensitif yang membuat air dingin terasa menyakitkan. Dan jika secara pribadi merasa tidak cocok atau tidak nyaman mengonsumsinya.
Dalam semua situasi tersebut, beralih ke air bersuhu ruang atau air hangat adalah hal yang sangat baik. Tujuannya adalah kenyamanan dan hidrasi, bukan suhu air tertentu.
Mums, minum air dingin saat hamil tidak berbahaya bagi bayi. Tubuh sangat hebat dalam melindungi janin dari perubahan suhu eksternal. Dan cairan ketuban memberikan lapisan pelindung tambahan. Yang terpenting adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi selama kehamilan, dengan cara apa pun yang terasa paling nyaman bagi ibu hamil.
Referensi :
Journal Perinatal Medicine (2025). Effect of oral hydration therapy on amniotic fluid index and maternal-neonatal outcomes in pregnant women with oligohydramnios: a systematic review and meta-analysis.


