Setiap anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisinya masing-masing sangat normal bila terdapat perbedaan tinggi badan, ada yang lebih besar ada pula yang lebih kecil. Apa pun kondisinya, pastikan mereka terus tumbuh seiring waktu sesuai pertambahan usianya.
Alih-alih membandingkan tinggi badan anak dengan teman sebayanya, lebih baik cek tinggi badan Si Kecil apakah sudah sesuai dengan tabel tinggi badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO. Sebab inilah yang menjadi acuan di dunia dalam tumbuh kembang anak yang masih digunakan hingga saat ini.
Tabel Tinggi Badan Anak 1-5 Tahun Menurut WHO
Sejatinya pola pertumbuhan setiap anak berbeda dan bersifat unik. Grafik pertumbuhan “hanyalah” panduan yang menunjukkan rata-rata berat dan tinggi badan anak berdasarkan usia. Di sinilah dokter menggunakan tabel tinggi badan anak 1-5 tahun menurut WHO sebagai acuan untuk melacak pertumbuhan tinggi anak.
Menurut WHO Child Growth Standards (2026) tinggi badan anak perlu dinilai berdasarkan usia dan jenis kelamin, bukan hanya dibandingkan dengan anak lain. WHO menyediakan standar length/height-for-age untuk anak laki-laki dan perempuan sejak lahir hingga usia 5 tahun. Standar ini dikembangkan dari data pertumbuhan anak sehat di berbagai negara dan dapat digunakan untuk anak di seluruh dunia.
Berikut ini tabel tinggi badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO :
Usia Anak | Anak Laki-laki | Anak perempuan |
|---|---|---|
1 tahun | 69,8 – 81,7 cm | 68,9 – 80,5 cm |
2 tahun | 79,8 – 94,3 cm | 78,6 – 92,9 cm |
3 tahun | 87,4 – 104,8 cm | 86,8 – 103, 5 cm |
4 tahun | 94,1 – 112,5 cm | 93,7 – 111,7 cm |
5 tahun | 101,2 – 118,7 cm | 100,5 – 118,4 cm |
Faktor yang Meningkatkan Tinggi Badan Anak
Rentang angka tinggi badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO sebagai angka relatif yang berlaku sesuai dengan pertumbuhan rata-rata anak. Inilah batas ideal yang mesti diraih setiap anak sesuai usia perkembangannya.
Perbedaan tinggi badan anak tidak lepas dari sejumlah faktor yang ikut andil di masa pertumbuhan ini. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan seorang anak, jadi penting untuk memantau tren pertumbuhan, bukan hanya pengukuran satu kali saja.
Berikut ini faktor-faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan anak, yaitu :
1. Kesehatan selama kehamilan
Kehamilan yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat pula. Jika ibu hamil merokok, tidak mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan, kemungkinan besar akan melahirkan bayi dengan ukuran tubuh lebih kecil. Jika berat badan bumil naik drastis selama kehamilan atau mengalami diabetes gestasional, kemungkinan besar akan melahirkan bayi dengan ukuran tubuh lebih besar.
2. Jenis kelamin
Bayi perempuan biasanya memiliki ukuran tubuh (panjang dan berat) yang sedikit lebih kecil saat lahir dibandingkan bayi laki-laki.
3. Pemberian ASI atau susu formula
Pada tahun pertama, bayi yang diberi ASI mengalami kenaikan berat badan yang lebih lambat dibandingkan bayi yang diberi susu formula. (Pada beberapa bulan pertama, bayi yang diberi ASI justru tumbuh lebih cepat, namun keadaan ini berubah saat bayi berusia 3 bulan.) Saat menginjak usia 2 tahun, berat badan bayi yang diberi ASI dan bayi yang diberi susu formula cenderung sama.
4. Hormon
Jika anak mengalami ketidakseimbangan hormon, seperti rendahnya kadar hormon pertumbuhan atau kadar hormon tiroid, hal ini dapat memperlambat pertumbuhan mereka.
5. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu, seperti penggunaan kortikosteroid secara rutin, dapat memperlambat pertumbuhan.
6. Masalah kesehatan
Jika Si Kecil menderita penyakit kronis (seperti kanker, penyakit ginjal, atau fibrosis kistik), atau gangguan apa pun yang memengaruhi kemampuan mereka untuk makan atau menyerap nutrisi (seperti masalah pencernaan), pertumbuhan mereka mungkin melambat.
7. Kondisi genetik
Susunan genetik umum anak akan memengaruhi pertumbuhannya. Demikian pula dengan adanya kondisi genetik tertentu—seperti sindrom Down, sindrom Noonan, atau sindrom Turner.
8. Tidur
Lonjakan pertumbuhan pada bayi berkaitan dengan peningkatan durasi tidur. Tidur lebih lama secara langsung meningkatkan kemungkinan bayi bertambah panjang tubuhnya. Faktanya, lonjakan pertumbuhan terjadi dalam waktu 48 jam setelah adanya penambahan waktu tidur.
Mums, tinggi badan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetik, nutrisi, kesehatan, hormon, tidur, dan lingkungan. Karena itu, fokus pertumbuhan bukan hanya mengejar angka tertentu, melainkan yang lebih penting adalah memastikan anak mendapatkan tumbuh kembang optimal sesuai potensi maksimalnya.
Karena itu pastikan anak mendapatkan : makanan bergizi dan beragam, protein yang cukup, vitamin dan mineral dari makanan, tidur yang cukup sesuai usia, aktivitas fisik dan kesempatan bermain, imunisasi serta pemeriksaan kesehatan sesuai jadwal, dan pemantauan pertumbuhan secara rutin.
Referensi :
World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development.


