Setiap orang tua ingin memberikan stimulasi terbaik untuk anaknya agar bisa tumbuh dan berkembang sesuai potensi maksimalnya. Di sinilah stimulasi dibutuhkan. Banyak orang tua menyebut pelatihan otak kanan dibutuhkan agar tumbuh kembangnya maksimal.
Otak manusia adalah organ yang luar biasa dan kompleks, yang bertanggung jawab atas semua fungsi dan kemampuan kognitif kita. Bila belahan otak kiri dikaitkan dengan pemikiran analitis dan logis, belahan otak kanan sering dikaitkan dengan kreativitas, intuisi, dan pemikiran holistik.
Meskipun kedua belahan otak sangat penting untuk kesejahteraan kita secara keseluruhan, penelitian telah mengungkapkan bahwa mengasah belahan otak kanan dapat secara signifikan meningkatkan kinerja akademik, bahkan di bidang yang biasanya dikaitkan dengan otak kiri.
Pelatihan Otak Kanan untuk Balita , Apakah Efektif?
Masa balita terutama usia 0-3 tahun, merupakan fase perkembang otak yang luar biasa cepat. Di rentang usia inilah, otak kanan lebih dominan bekerja dibandingkan dengan otak kiri. Pertanyaannya, apakah pelatihan otak kanan diperlukan bagi si Kecil? Benarkah berdampak atau hanya sesaat?
Itu sebabnya mengapa anak kecil tampak sangat imajinatif, mudah mengingat bentuk dan lokasi, kreatif memainkan benda sederhana, sensitive terhadap nada, suara, dan ekspresi wajah.
Namun setelah menginjak usia 3 tahun, dominasi perlahan berpindah ke otak kiri. Yaitu bagian otak yang bertanggung jawab pada bahasa, logika, angka, dan pemikiran analisis. Karena itu, masa balita adalah golden age atau periode emas untuk memberikan stimulasi atau pelatihan otak kanan.
Menurut jurnal Frontline Psychology, saat ini produk pelatihan otak semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja. Terlepas dari iklan atau pemasaran yang ditujukan untuk penggunaan pada populasi umum, produk-produk ini perlu ditelaah lebih lanjut apakah memang memberikan manfaat lebih bagi populasi tertentu yang mengalami gangguan neurologis.
Berikut ini beberapa alasan yang ditawarkan sebagai manfaat dari pelatihan otak kanan untuk balita :
1. Memaksimalkan golden age 0-3 tahun
Otak kanan yang dominan pada masa ini mudah menyerap informasi melalui memori fotografis. Ini waktu terbaik untuk mengenalkan warna, mengajak anak bermain bentuk, memperkaya imajinasi, juga meningkatkan daya ingat visual.
2. Membentuk pondasi kreativitas
Pelatihan otak kanan membuat anak menjadi lebh cepat dalam menemukan solusi, mampu melihat berbagai kemungkinan, juga memiliki kemampuan berpikir out of the box.
3. Membantu perkembangan emosi dan empati
Karena otak kanan berperan dalam pengolan emosi, stimulasi yang tepat akan membantu anak untuk memahami perasaan orang lain, lebih tenang menghadapi situasi baru, juga mudah mengekspresikan diri.
4. Mendukung fokus dan kecepatan berpikir
Anak yang rutin menadapatkan pelatihan otak kanan cenderung lebih fokus, lebih mudah memahami instruksi, cepat belajar konsep baru.
5. Menyeimbangkan pendidikan yang terlalu “otak kiri”
Tidak bisa dipungkiri banyak sekolah fokus pada angka, huruf, hafalan. Di sinilah pelatihan otak kanan membantu anak tetap kreatif dan fleksibel, bukan hanya patuh mengikuti pola yang ada.
Pilihan Aktivitas Pelatihan Otak Kanan
Biasanya pelatihan otak kanan menawarkan beberapa pilihan jenis aktivitas berdasarkan usia anak di antaranya :
Usia 1-2 tahun
Sejumlah aktivitas bisa dilakukan si Kecil seperti melukis dengan cat yang aman untuk balita, bermain playdough, bermain balok, permainan sorting warna dan berntuk, menggambar bebas, menirukan gerakan orang tua, juga permainan musik.
Usia 3 tahun ke atas
Si Kecil cocok diajak bermain origami sederhana, membuat cerita dari gambar, eksperimen sains kecil, membuat ronce, juga menyusun puzzle. Aktvitas pelatihan otak kanan ini tidak membutuhkan alat yang mahal apalagi mewah, yang penting adalah kebebasan anak bereksplorasi, bukan hasil akhirnya.
Pelatihan otak kanan ini akan efektif dilakukan lewat bermain, ekplorasi, aktivitas sensorik, gerakan tubuh, musik, juga cerita. Jadi tidak perlu kelas khusus, sebab bagi balita lingkungan di sekitarnya adalah arena bermain dan belajar terbesarnya.
Yang harus dihindari adalah memaksa anak, lebih menilai hasil ketimbang proses, mengatur anak mengikuti pola tertentu, maupun membatasi kreativitasnya.
Pelatihan otak kanan bagi sebagian orang bukan tren semata, tetapi cara penting untuk mendukung perkembangan optimal balita, terutama pada masa emas 0–3 tahun. Melalui kegiatan sederhana seperti seni, musik, gerakan, dan eksplorasi bebas, orang tua dapat membantu anak untuk tumbuh kreatif, lebih percaya diri, mampu berpikir cepat, dan lebih peka secara emosional.
Tapi, stimulasi dengan membangun kedekatan dengan orangtua di rumah, dengan memperbanyak bermain, kontak mata, dan berinteraksi adalah hal yang paling utama yang harus dilakukan orang tua untuk meningkatkan kecerdasan anak. Karena dari hasil penelitian, program pelatihan otak sebagai produk yang tersedia secara komersial tidak seefektif yang diharapkan atau seperti yang dijanjikan dalam iklan mereka.
Referensi :
Fronltline Psychology. Brain Training in Children and Adolescents: Is It Scientifically Valid?


