Menjelang kelahiran bayi, Mums dan Dads biasanya mulai sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan. Mulai dari stroller, car seat, baby bouncer, hingga breast pump. Masalahnya, semakin banyak yang dibeli, semakin besar pula anggaran yang harus disiapkan.
Padahal, tidak semua perlengkapan bayi akan digunakan dalam waktu lama. Ada barang yang hanya dipakai beberapa bulan karena bayi cepat tumbuh atau kebutuhannya berubah. Lalu, untuk menghemat pengeluaran, lebih baik membeli atau menyewa peralatan bayi?
Jawabannya ternyata tergantung pada jenis barang, seberapa lama akan digunakan, serta kondisi barang jika disewa. Misalnya, kalau peralatan hanya dipakai sementara, misalnya freezer untuk ASI, lebih baik sewa daripada beli. Tapi kalau pemakaiannya lama, misalnya stroller, Mums mungkin perlu mempertimbangkan untuk membeli.
Trik dan pertimbangan apalagi saat akan menyewa atau membeli peralatan bayi, bisa dibaca di artikel berikut!
Kriteria Barang Berdasarkan Seberapa Sering DIgunakan
Sebelum Mums memutuskan membeli atau menyewa, mungkin Mums perlu membagi keperluan dan peralatan bayi berdasarkan seberapa sering barang tersebut digunakan. Dan berikut ini adalah kriterianya:
1. Beli jika barang akan digunakan setiap hari
Peralatan yang bersentuhan langsung dengan bayi atau digunakan setiap hari biasanya lebih praktis jika dimiliki sendiri. Contohnya seperti botol susu, pakaian, handuk, perlengkapan mandi, tempat tidur bayi, dan perlengkapan makan.
Selain lebih higienis karena menjadi milik sendiri, orang tua juga tidak perlu repot mengembalikan barang atau menyesuaikan dengan ketersediaan tempat penyewaan.
Untuk barang-barang kecil dengan harga relatif terjangkau, membeli biasanya lebih masuk akal dibandingkan menyewa.
2. Sewa untuk barang yang hanya digunakan sementara
Nah, untuk perlengkapan berukuran besar dan masa pakainya relatif singkat, menyewa bisa menjadi pilihan hemat. Misalnya baby bouncer, stroller newborn, baby swing, atau perlengkapan bayi lainnya yang hanya dibutuhkan pada fase usia tertentu.
Daripada membeli barang dengan harga jutaan rupiah dan kemudian hanya digunakan beberapa bulan, menyewa bisa menjadi solusi.
Terutama jika orang tua masih belum yakin apakah bayinya akan cocok menggunakan barang tersebut.
3. Beli barang yang bisa digunakan kembali
Jika berencana memiliki anak lagi, pertimbangkan untuk membeli barang yang awet dan dapat digunakan kembali. Misalnya tempat tidur bayi, stroller berkualitas, atau perlengkapan tertentu yang masa pakainya panjang. Dengan begitu, biaya pembelian bisa dianggap sebagai investasi untuk kebutuhan anak berikutnya.
Namun, tetap perhatikan kondisi barang sebelum digunakan kembali dan pastikan tidak ada komponen yang rusak atau sudah tidak memenuhi standar keamanan.
Cara mempertimbangkan untuk sewa atau beli sendiri
Gunakan pertimbangan berikut saat akan menyewa atau membeli perlengakpan bayi, sehingga Mums bisa memperkirakan seberapa hemat jika membeli atau menyewa:
1. Hitung dulu biaya sewa dibandingkan harga beli
Jangan langsung menganggap sewa pasti lebih murah. Misalnya sebuah stroller dijual seharga Rp2 juta. Jika biaya sewanya Rp300 ribu per bulan dan diperkirakan akan digunakan selama 10 bulan, total biaya sewanya menjadi Rp3 juta. Dalam kondisi seperti ini, membeli justru bisa lebih ekonomis, apalagi jika barang masih memiliki nilai jual kembali.
Sebaliknya, jika barang hanya dibutuhkan selama satu atau dua bulan, menyewa mungkin jauh lebih masuk akal. Kuncinya: hitung total biaya berdasarkan lama penggunaan, bukan hanya melihat harga sewa per bulan.
2. Pertimbangkan seberapa cepat bayi tumbuh
Bayi berkembang sangat cepat. Barang yang terasa penting saat usia tiga bulan belum tentu dibutuhkan ketika bayi berusia satu tahun.
Karena itu, sebelum membeli perlengkapan bayi, tanyakan:
Berapa lama barang ini akan digunakan?
Apakah ukurannya mengikuti pertumbuhan bayi?
Apakah barang ini benar-benar dibutuhkan?
Apakah ada kemungkinan bayi tidak nyaman menggunakannya?
Apakah barang tersebut masih memiliki nilai jual kembali?
Jika masa penggunaannya sangat singkat, menyewa bisa menjadi pilihan yang lebih rasional.
3. Untuk barang keselamatan, jangan sekadar mengejar murah
Ada satu kategori yang sebaiknya tidak hanya dipertimbangkan berdasarkan harga, yaitu peralatan keselamatan bayi, terutama car seat.
Jika memilih menyewa car seat, orang tua perlu memastikan kondisi barang, riwayat penggunaan, usia produk, kelengkapan komponen, serta apakah pernah mengalami kecelakaan atau benturan.
Jangan sampai niat menghemat justru membuat aspek keselamatan dikorbankan. Untuk barang keselamatan, kondisi dan standar keamanan harus menjadi prioritas utama.
4. Sewa juga punya keuntungan lain: bisa mencoba sebelum membeli
Ada bayi yang ternyata tidak betah menggunakan bouncer. Ada pula yang tidak cocok dengan stroller tertentu. Daripada membeli barang mahal kemudian hanya tersimpan di rumah, menyewa terlebih dahulu bisa menjadi cara untuk melakukan “uji coba”.
Jika bayi ternyata cocok dan barang memang sering digunakan, orang tua bisa mempertimbangkan untuk membeli. Cara ini juga membantu mengurangi pembelian barang yang akhirnya hanya menjadi penghuni gudang.
5. Jangan lupa biaya tambahan saat menyewa
Saat menghitung biaya sewa, jangan hanya melihat harga per bulan. Perhatikan juga apakah ada:
biaya deposit;
biaya pengiriman;
biaya pengambilan;
biaya keterlambatan;
biaya pembersihan;
denda jika ada kerusakan atau kehilangan komponen.
Setelah semua dihitung, barulah bisa terlihat apakah menyewa benar-benar lebih hemat daripada membeli.
Jadi, Mana yang Lebih Hemat?
Tidak ada jawaban yang sama untuk semua keluarga. Sewa lebih cocok untuk perlengkapan yang mahal, berukuran besar, masa pakainya singkat, atau ingin dicoba terlebih dahulu. Sementara beli lebih cocok untuk barang yang digunakan setiap hari, bersifat personal, memiliki masa pakai panjang, atau masih bisa digunakan untuk anak berikutnya.
Prinsip sederhananya adalah: kalau sering dipakai dan masa pakainya panjang, pertimbangkan beli. Kalau hanya dipakai sebentar atau belum yakin akan cocok, pertimbangkan sewa.
Yang paling penting, jangan sampai persiapan menyambut bayi justru membuat anggaran keluarga terbebani. Bayi tidak membutuhkan semua perlengkapan yang ada di toko. Pilih yang benar-benar dibutuhkan, hitung biaya dengan cermat, dan utamakan keamanan serta kenyamanan bayi.
In this economy, semoga artikel ini membantu ya, Mums!


