Tubuh mungil bayi baru lahir yang ringkih dan rapuh, bikin orang tua deg-degan setiap kali akan dimandikan. Ya, memandikan bayi baru lahir memang jadi momen mendebarkan sekaligus paling menantang. Apalagi bagi orang tua yang baru pertama kali punya anak.
Kekhawatiran ini memang biasa terjadi. Padahal memandikan bayi baru lahir bukan hanya soal kebersihan. Rutinitas mandi yang tepat berperan memberikan kenyamanan untuk si Kecil, juga menyehatkan kulitnya.
Waktu ideal memandikan bayi baru lahir
Kabar baik untuk para orang tua baru, bahwa rekomendasi dari WHO dan American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan untuk menunda mandi pertama bayi setidaknya 24 jam setelah lahir.
Hal ini diperkuat dalam sebuah studi yang dimuat di Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing (2020) menunjukkan bahwa menunda mandi membantu menjaga suhu tubuh bayi dan mendukung keberhasilan inisiasi menyusu dini (IMD) juga meningkatkan kemungkinan ASI eksklusif saat keluar dari rumah sakit.
Rekomendasi tersebut setidaknya memiliki tiga alasan, yaitu bayi rentan kehilangan panas (hipotermia), vernix caseosa (lapisan putih di kulit bayi) memiliki fungsi protektif alami, dan kontak kulit-ke-kulit lebih optimal
Selain itu penting diingat bahwa bayi baru lahir tidak harus dimandikan setiap hari. Cukup dimandikan 2–3 kali seminggu, kecuali bila sangat kotor. Hal ini senada dengan penelitian dalam JOGNN (2020) yang menemukan bahwa mandi terlalu sering dapat merusak skin barrier bayi dan meningkatkan risiko kulit kering dan dermatitis.
Kesalahan umum memandikan bayi baru lahir
Agar rutinitas memandikan bayi baru lahir bisa dirasakan manfaatnya, pastikan untuk menghindari beberapa kesalahan umum saat memandikan bayi berikut ini:
1. Memandikan bayi terlalu sering
Kulit bayi baru lahir masih sangat tipis dan sensitif. Mandi terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami kulit dan merusak skin barrier, sehingga kulit bayi menjadi kering dan mudah iritasi. Idealnya, bayi cukup dimandikan 2–3 kali seminggu.
2. Menggunakan sabun orang dewasa
Sabun orang dewasa memiliki pH dan kandungan bahan aktif yang terlalu keras untuk kulit bayi. Penggunaan sabun ini dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, atau ruam. Pilih sabun khusus bayi yang lembut, bebas pewangi, dan berlabel hypoallergenic.
3. Air mandi terlalu panas atau terlalu dingin
Suhu air yang tidak sesuai dapat membuat bayi tidak nyaman atau bahkan membahayakan. Air mandi bayi sebaiknya hangat (sekitar suhu tubuh, ±37°C), bukan panas, dan tidak membuat kulit bayi memerah.
4. Menggosok kulit bayi terlalu keras
Kulit bayi tidak perlu digosok kuat untuk menjadi bersih. Menggosok terlalu keras justru menyebabkan iritasi, lecet halus, dan peradangan. Cukup usap lembut menggunakan tangan atau waslap halus.
6. Membersihkan vernix caseosa secara berlebihan
Vernix caseosa adalah lapisan putih alami yang melindungi kulit bayi. Membersihkannya secara agresif saat mandi dapat menghilangkan perlindungan alami kulit bayi. Biarkan vernix menyerap secara alami.
7. Tidak mengeringkan lipatan kulit dengan baik
Lipatan kulit seperti leher, ketiak, dan selangkangan yang dibiarkan lembap dapat menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri. Setelah mandi, pastikan lipatan kulit bayi dikeringkan dengan lembut.
8. Memandikan bayi saat bayi lapar atau mengantuk
Bayi yang lapar atau sangat mengantuk cenderung rewel saat mandi. Waktu terbaik memandikan bayi adalah saat bayi tenang, tidak terlalu lapar, dan dalam kondisi terjaga.
9. Tidak menyiapkan perlengkapan mandi terlebih dahulu
Meninggalkan bayi sendirian walaupun hanya sebentar untuk mengambil perlengkapan mandi sangat berbahaya. Semua perlengkapan (handuk, pakaian, popok) harus sudah siap sebelum mandi dimulai.
10. Mandi terlalu singkat dan tidak tuntas
Rasa takut berlebihan membuat orang tua tidak membersihkan area penting seperti lipatan kulit atau area popok. Dengan teknik yang benar dan tenang, mandi bisa menjadi momen aman sekaligus bonding dengan bayi.
Tips aman memandikan bayi baru lahir
Selain menyusui dan menidurkan bayi, kegiatan memandikan bayi merupakan salah satu rutinitas bayi baru lahir yang perlu dijaga konsistensinya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, berikut ini tips aman memandikan si Kecil:
1. Persiapan sebelum mandi
Pastikan semua perlengkapan sudah siap, di antaranya; air hangat (±37°C), handuk lembut, sabun khusus bayi (opsional), baju bersih dan popok, waslap lembut.
2. Mandi spons
Mandi spons bisa jadi pilihan paling aman terutama di masa awal. Atau selama tali pusat belum lepas atau belum puput (biasanya 7-14 har), bayi tidak disarankan dimandikan dengan cara berendam. Jadi mandi spons jauh lebih aman di masa awal kelahirannya.
3. Urutan mandi yang dianjurkan
Memandikan bayi baru lahir mesti sesuai urutan yang dianjurkan, yaitu mulai dari wajah (tanpa sabun), kepala dan rambut, lalu dada dan perut, kemudian tangan dan kaki. Dan terakhir area popok.
4. Posisi memegang bayi saat mandi
Mums, posisi yang tepat dalam memegang bayi saat mandi yaitu dengan cara topang kepala dan leher dengan satu tangan. Tubuh bayi menghadap ke atas, gunakan lengan sebagai “sandaran.” Keamanan dan kenyamanan bayi adalah prioritas utama.
Mums, memandikan bayi baru lahir bukan soal seberapa sering atau seberapa cepat, melainkan seberapa aman, lembut, dan sesuai dengan kebutuhan kulit si Kecil.
Memandikan bayi baru lahir tidak perlu rumit, tetapi harus dilakukan dengan penuh perhatian. Frekuensi yang tepat, suhu air yang aman, serta produk yang lembut akan membantu menjaga kesehatan kulit bayi dan menciptakan pengalaman mandi yang menyenangkan.
Memerhatikan cara memandikan bayi baru lahir merupakan salah satu langkah penting dalam menerapkan perawatan bayi baru lahir yang tepat. Dengan rutinitas mandi yang konsisten, parenting yang penuh kasih sayang, bayi akan merasa aman, dan orang tua pun jadi lebih percaya diri.
Referensi :
World Health Organization. 2023. Postnatal Care Guidelines.
JOGNN. 2020. Delayed bathing and newborn outcomes.


