Suntik KB untuk Pria: Cara Kerja, Efektivitas, dan Efek Samping

Dipublish: Selasa, 7 April 2026 09:16 WIB

Diperbarui: Selasa, 7 April 2026 17:44 WIB

Ilustrasi Suntik KB Pria
Ella Nurlaila

Ella Nurlaila

Bagikan :

Informasi artikel ditinjau oleh

dr. Astrid Sophia

Tidak hanya wanita, suntik KB juga berlaku buat pria yang ingin ambil bagian dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Walaupun terdengar kurang lazim karena tidak banyak yang menggunakan suntik KB pria, cara ini cukup efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan.


Suntik KB pria ini dapat menjadi pilihan jenis kontrasepsi yang bisa digunakan. Apalagi jika pasangan tidak memungkinkan untuk menggunakan kontrasepsi karena alasan tertentu. Suntik KB pria jadi lifestyle baru yang memberikan pilihan alternatif pada kaum pria selain kondom dan vasektomi.


Cara kerja suntik KB pria


Penelitian selama beberapa dekade menunjukkan bahwa kontrasepsi suntik untuk pria berpotensi menjadi metode yang efektif, reversibel atau dapat kembali subur, dan relatif aman meskipun sebagian metode masih dalam tahap uji klinis. 


Salah satu penelitian terkait hal ini dari PubMed (2025) yang menyebutkan bahwa metode suntik KB untuk pria ini bekerja dengan menghambat produksi atau fungsi sperma sehingga tidak dapat membuahi sel telur.


Karena pria terus-menerus memproduksi sperma, kadar hormon yang tinggi diperlukan untuk mengurangi kadar sperma dari jumlah normal lebih dari 15 juta per mililiter menjadi kurang dari satu juta/ml.


Lebih detailnya, cara kerja suntik KB pria ialah dengan menggunakan kombinasi hormon testosteron dan hormon progestin. Hormon progestin bekerja dengan menekan produksi hormon alami di testis, sehingga produksi sperma atau spermatogenesisi menurus drastis. 


Kemudian testosteron tambahan diberikan untuk menjaga fungsi tubuh seperti mempertahankan libido dan massa otot. Berdasarkan penelitian, cara kerja seperti ini terbukti efektif menekan jumlah sperma hingga tingkat yang tidak cukup untuk menyebabkan kehamilan. 


Selain efektivitasnya yang tinggi, ada sejumlah keuntungan dari cara kerja kontrasepsi hormonal dalam menghentikan produksi sperma, di antaranya: 

  • Sifatnya reversible, sehingga metode suntik KB pria ini bisa dihentikan kapan saja ketika akan merencanakan program hamil dan bisa dikendalikan sendiri sesuai kebutuhan.

  • Sebagai tawaran alternatif untuk vasektomi yang tidak dapat diandalkan secara reversibel.

  • Memberikan alternatif bagi pasangan yang tidak dapat menggunakan metode kontrasepsi yang tersedia saat ini, seperti pil kontrasepsi oral kombinasi.

  • Memungkinkan pasangan untuk berbagi tanggung jawab atas biaya kontrasepsi dan kebutuhan untuk berkonsultasi dengan dokter. 


Efek samping suntik KB pria 


Walaupun efektivitasnya cukup tinggi dan jadi pilihan baru bagi kontrasepsi pria, tidak bisa dipungkiri bahwa suntik KB pria juga memiliki efek samping yang tidak bisa diabaikan. Seperti metode kontrasepsi hormonal pada wanita, suntik KB pria juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Hal ini tidak terlepas dari metode kerja suntik KB pria sebagai kontrasepsi hormonal yang menghentikan produksi sperma. 


Berikut ini beberapa efek samping suntik KB pria yang perlu diketahui:

  • kemungkinan timbul jerawat

  • munculnya keringat di malam hari

  • penambahan berat badan

  • penurunan gairah seks

  • rasa nyeri di lokasi suntikan. 

  • dapat menimbulkan depresi ringan hingga sedang


Kabar baiknya, efek samping ini biasanya bersifat ringan dan dapat mereda seiring waktu. Dan yang tidak kalah penting untuk dipahami adalah bahwa suntik KB pria, sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya, tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS).


Saat ini sebagian besar metode suntik KB pria masih dalam tahap penelitian atau uji klinis. Sejumlah hal yang masih dalam fokus penelitian dan jadi evaluasi penting di antaranya keamanan jangka panjang dari penggunaan suntik KB pria, reversibilitas atau kembalinya kesuburan, efek samping hormon, hingga penerimaan masyarakat terhadap pilihan alternatif dalam kontrasepsi pria selain kondom dan vasektomi.


Kesimpulan

Mums, kontrasepsi pria dalam bentuk suntik KB pria ini bukan sekadar alternatif atau pilihan baru dalam menggunakan alat kontrasepsi bagi pria, melainkan sebagai bentuk berbagi tanggung jawab keluarga berencana antara pasangan. Efektivitasnya yang tinggi, mudahnya mengembalikan kesuburan, juga minim efek samping, menjadikan suntik KB pria sebagai pilihan bijak dalam menunda atau merencanakan kehamilan. 

Dengan semakin banyaknya uji klinis yang dilakukan, metode kontrasepsi dalam bentuk suntik KB pria diharapkan dapat menjadi pilihan baru dalam program keluarga berencana di masa depan. Namun, sebelum memilih metode yang terbaik untuk pasangan, sebaiknya pelajari terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan KB untuk pria lainnya di luar suntik KB untuk pria.


Referensi

PubMed. 2025. The road to hormonal male contraception: End in sight? 

Kasih Saran, Yuk!